Doa Sumber Kekuatan dalam Pernikahan

Pernikahan adalah menyatunya dua pribadi yang berbeda latar belakang pendidikan, budaya, maupun status sosial. Agar pernikahan menjadi harmonis sangat sulit jika tidak dilandasi oleh sikap saling mengerti antara keduanya.

Jika sudah saling mengerti maka persoalan selesai?


Jawabannya tentu tidak, bagi kami menikah itu proses belajar untuk memahami satu sama lain. Itu dilakukan secara terus menerus sampai maut memisahkan.

“yang disatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia”


Proses itu idealnya setiap insan yang memutuskan menikah membutuhkan kekuatan doa. Berikut ini sebuah doa yang diberikan oleh seorang sahabat pada saat pernikahan kami.

Doa Pernikahan

Doa Sumber Kekuatan dalam Pernikahan
Sebagaimana kami menyerahkan hidup kami
Kepadamu ya Tuhan,
Kami menyerahkan hidup kami
Satu kepada yang lain.

Bentuklah di dalam diri kami suatu bangunan iman,
Dan buatlah pondasi kami kuat dan pasti,
Peliharalah kami agar tetap murni dan benar
Dan pandanglah mata kami tertuju kepada-Mu.

Pimpinlah rumah tangga kami dengan hikmat
Dan jagalah kami dengan ucapan syukur
Dan jangan biarkan kami tersesat

Biarlah kata-kata kami dihiasi dengan kebaikan,
Dan pikiran kami dipenuhi dengan suka cita,
Dan buatlah rumah tangga kami tempat beristirahat
Dan perlindungan dalam kasih

Di atas adalah doa pernikahan secara Kristen Katolik yang diberikan sebagai kado pernikahan. Kami menuliskan kembali sebagai pengingat bila mana ‘kelelahan’ dan aral melintang menghadang kami. Hanya doa, kasih dan suka citalah sumber kekuatan kami.

***

Tidak untuk mengajari siapapun yang membaca postingan ini; namun jika hal ini (doa), sekiranya berfaedah bagi para sahabat maka mengucap syukurlah selalu dengan iman dan kepercayaan yang anda yakini. Apapun agamanya mengucap syukur adalah bahasa universal untuk semua penganut. -Salam damai.

5 Responses to "Doa Sumber Kekuatan dalam Pernikahan"

  1. Ikut mendoakan agar mas Martin selalu menjalani kebahagiaan dalam rumah tangga Amin.

    BalasHapus
  2. Amin mas, terima kasih banyak. Harapan kami semoga mas Himawan pun cepat mendapatkan teman hidup yang seia sekata dalam suka maupun duka. salam

    terima kasih mas atas kunjungannya damai selalu dan tetap semangat,

    BalasHapus
  3. Saya suka kursi pengantinnya pak Martin, yang di depan Altar itu, dilapisi kain tenunan *jempol*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha Ine komentar ini mengingatkan saya saat sidang skripsi...(dulu)

      Saya bahas tentang Feminisme, isinya saya belajar mati matian biar dapat A kwkkw

      ehh saat ujian dosen tanya...

      Nama dosen pembimbingmu sapa, ya kagoklah orang saya siapnya soalmateri kwkwk...

      kurang lebih samalah dengan komentar ini. Itu baik pertanda orang cerdas yang bisa melihat sisi lain dari sebuah objek kwkwk

      Notes:

      Yo aii ine, kan orang timor to kwkkwkw.. hehehe

      makasih Ine sudah berkunjung,

      tetap semangat dan jaga kesehatan.. salam

      Hapus
  4. Jadi keluarga kudus itu tidak mudah, bukan hanya antara pasangan tapi juga bisa mendidik anak-anak dengan baik. Karena sekarang banyak generasi yang lahir dari keluarga yang kurang ideal.

    Semoga pernikahan bisa jadi contoh untuk generasi muda lain yang mau dan akan melanjutkan ke pernikahan. Jaman sekarang kurang figur keluarga contoh di lingkungan masyarakat, kalau yang buruk itu banyak, bahkan tidak usah ditiru, melakukan keburukan dengan cara masing-masing lebih mudah.

    Langgeng terus dan Tuhan memberkati selalu. Amin.

    BalasHapus

Anda Sopan Saya pun Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel