Mertuaku The Best

Mertuku The Best
Mertuaku, kaka ipar, keponakan, istri tercinta
Saat saya menulis postingan ini situasi saya panik. Ya panik karena deadline pengumpulan soal mid semester harus segera diserahkan. Semantara saya belum selesai.

Maka jurus kebut dengan sedertan kertas ulangan, RPP, silabus tumpah ruah di meja kerja. Sudah sepereti kapal pecah di atas meja berukuran kecil itu.
Ini mengingatkan saya pada suatu mas dimana saya sibuk dengan skripsi.

Diantara kesibukan itu ada peristiwa yang sangat menyentuh, membuat saya ingin menangis rasanya.

Segelas teh hangat dan gorengan hadir. Saya kira istri saya yang hidangkan itu semua. Lantas tanpa menengkok kujawab, “apaan si, ntar kali makannya” kata saya.

“Gue lagi sibuk de” jelas saya lebih lanjut.

Suara lain pun menanggapi ocehan saya itu, “eh nong, kerja boleh tapi makan dulu nanti sakit”, alama saat kutengok ternayata mertuaku.

“Adu ma, maaf saya kira cici”. Kucium tangan beliau dengan penuh hormat.

***
Saya kira peristiwa itu sudah berakhir, tetapi ternyata tidak; dari ruang tengah mertuaku menyampari istri tercinta dan berkata, “ci kamu sibuk melulu dengan strikaan, lihat suaminya belum makan sana”.

Cara beliau sangat sederhana namun bagi saya ini sesuatu yang luar biasa. Mertua mana si di republik ini sebaik mertuaku kwkwk...

Mertuaku orang Jawa (Cilacap Jawa Tengah), sebagian besar hidupnya beliau habiskan hanya untuk melayani keluarga tercinta.

Siapa pun yang datang ke rumah, bentuknya seperti apa; bagi beliau itu anaknya. cara beliau mengasihi semua orang layak untuk dijadikan teladan.
Hal seperti ini (perhatian beliau) sudah sering, namun baru kali ini saya menuliskannya.

***
Wejengan yang Menyentuh Sekali

Saya teringat saat tunangan, beliau berkata, “nong mama minta maaf hanya bisa didik cici seperti ini, kalau ada yang kurang dari didikan mama, tolong dimaafkan, dan dilengkapi lagi agar rumah tangga kalian bahagia”.

Kata – kata itu bagi saya mengandung pesan yang begitu dalam. Ada kerendahan hati, bijaksana, dan membuat saya sulit tidur. Pasalnya mertuaku terlalu baik di mata saya.

Beliau bukanlah orang yang perpendidikan tinggi, melainkan hanya tamatan SD. Namun nasihatnya yang satu ini membuat saya berpikir ternyata hidup bisa membuat orang jadi bijak.

Ini katanya kepada saya dan istri pada suatu kesempatan. “orang berkeluarga itu bukan minta dimengerti, dipahami, tetapi saling mengerti dan saling memahami”

Kalau hanya satu pihak saja yang mengerti tidak bisa, harus kedua-duanya saling memahami satu sama lain.

Kata-kata beliau itu sangat sakti dan mengubah saya. Terima kasih mama engkau luar biasa, semoga Tuhan selalu menyertaimu di hari tua. Doa terbaik untuk mertuaku tercinta.
  
Refleksi:

1.   Cinta hanyalah kata, ia akan bermakna jika setiap kita mampu melaksanakannya.

2.  Perselisihan pasti selalu terjadi dalam relasi suami istri. Namun jika saling pengertian menjadi dasarnya, maka yang ada hanya canda dan tawa.

Bahagia kita yang ciptakan.

Salam damai, thanks mama atas nasihat bijaknya.

keterangan*

1.   Cici panggilan mama mertua ke istri saya
2.   Nong panggilan sayang untuk orang timur (laki-laki). Kebetulan suami ibu mertuaku orang timur

Terimakasih sudah membaca Mertuaku The Best. Silakan dibagikan kepada yang lain...!

About Kaka Vila

 

Perjalanan, Pemikiran, dan Refleksi Anak Kampung. -Kaka Vila-  

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 komentar

Oh..mertua pak Guru Martin ternyata dari Cilacap? itu hanya sktr 55 km dari Purwokerto, kota kelahirannya dan yg membesarkanku.

Mertuanya pak guru baik banget, sangat perhatian sama menantu, dan tentu orangtua selalu dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya. Salam untuk keluarganya ya, pak Martin.

Pak Martin, maaf kalau saya koreksi judulnya; Mertuku atau Mertuaku?

Wah jangan-jangan mas Aris salah satu famili dari mertua saya hehhee, ia benar mas mertua saya orang Cilacap. Kalau adik ipar yang orang purwokerto... kapan kapan kita main yuk ke portugal alias purwokerto lewat tegal hehehehe, salam.

terima kasih banyak sudah berkunjung mas, sukses selalu

Benar Ine, mertua saya sangat baik dan teladan bangat. Bersyukur bangat menjadi bagian dari keluarga mertua hehehe. Salam kembali dari keluarga kecil kami di Jakarta. Damai selalu dan terus berkarya...

Kwkkwkw, makasih banayak ine, yang benar Mertuaku.. baiklah saya perbaiki, terima kasih atas koreksiannya #tidakpakaimaaf, justru hanya ada terima kasih atas koreksiannya... sukses selalu buat Ine dan kegiatannya. salam

Tidak diperkenankan untuk menaruh link aktif atau promosi-promosi dagang. Sayapun akan menghapus komentar-komentar yang tidak 'nyambung' dengan postingan yang ditulis. No Spam, Please...!