‘Muda’ menjadi apa yang orang lain perlukan

‘Muda’ menjadi apa yang orang lain perlukan
Semua orang bisa menjadi guru, tetapi belum tentu semua guru membawa kebermanfaatan bagi sesama. Secara teoritis mungkin iya. Namun kadang terasa ‘lelah’ jika mengulas aspek teoritis pada abad 21 eranya teknologi.

Arus informasi serba cepat maka akrab dengan teknologi adalah suatu keharusan. Itu keyakinan yang saya amini saat melihat realitas bertemu moderenisasi. Apalagi di wilayah urban semua serba uang. 


Jika tidak memiliki uang semua terasa sulit. 


Namun tidak demikian dengan beberapa blogger yang saya kenal. Bagi mereka uang bukan segala-galanya, tetapi menjadi berguna bagi yang lain itulah yang dikejar. Salah satunya mas Mudarizki blogger yang cukup fasih mengulas soal teknologi terkini.

Dalam kesederhanaan beliau berujar saya bukan siapa-siapa mas, tetapi mencoba menjadi apa yang orang lain perlukan.

Itu bukan hanya kata tetapi benar adanya. Sabang hari ada kegiatan MGMP bagi guru DKI. Pertemuan itu tidak membahas teknologi melainkan pelajaran. Namun entah mengapa google drive disebut. Nah karena keaktifan saya dalam menulis di blog, maka saya dianggap ‘serba tahu’ oleh beberapa teman guru, terutama ibu-ibu. 

Lantas para sahabat guru itu pun menjadikan saya rujukan untuk bertanya tentang google drive.

Apa yang saya lakukan, “sok sibuk”, ya sok sibuk. Itu yang saya lakukan.

“Adu ibu-ibu besok saja nanti saya jelaskan soal google drive”, kata saya. 
“Sekarang kita fokus dulu pada kegiatan utama kita”, jelas saya lebih lanjut.

Sebenarnya itu hanyalah trik untuk menghindari pertanyaan tentang google drive karena saya tidak paham.

***

Setelah pulang saya menghubungi mas Mudarizki, “mas muda tolong jelaskan pada saya soal google draive, jika boleh buatkan tutorialnya sekalian”. Tidak pakai lama akhirnya hadir postingan berjudul;

1.    Cara menyimpan dan membuat link download file dari google drive.
2.    Cara akses dan gunakan file google drive secara offline di HP

Tutorial yang dihadirkan mas muda itu saya pelajari, kemudian bertanya pada beliau jika ada hal yang tidak saya pahami. Besoknya saya cukup sukses menjelaskan tentang google drive kepada para guru.

Semua itu karena mas Mudariski. Baginya berbagi sedikit tidak apa-apa daripada tidak sama sekali. Saya menyebutnya ‘guru’. 

Benarkah beliau benar seorang guru?. Simak selengkapnya di mudahrizki.blogspot.com

Catatan Tambahan:
1.    Jika anda tertarik dengan teknologi terkini blogger ini layar untuk diajak diskusi.

2.    Ataukah anda pengguna templete viogmaz buatan mas Sugeng. Barangkali mas muda solusi alternatif untuk bertanya, jika mas sugeng berhalangan atau belum sempat menjawab.

3.    Terakhir jika ada pencinta trip, untuk sekedar sharing blogger ini bisa menjadi salah satu solusi alternatif.

saya bukan siapa-siapa mas, tetapi mencoba menjadi apa yang orang lain perlukan. Mudarizki

Sumber gambar: mudarizki.blogspot.com ( lihat lewat tautan link)

11 Responses to "‘Muda’ menjadi apa yang orang lain perlukan"

  1. Teknologi lagi ya, pak guru hahaha. Demikianlah, untuk tahu itu boleh, supaya kelak bisa memanfaatkannya apabila membutuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar ine, su tahu to dari Kampung, mana tinggal di hutan pula kwkwkw, ketemu yang macam ini. bingung kwkwkwk... pada akhirnya jurus menghundar pun dipasang kwkwk

      makasih ine atas kunjungannya, senang sekali. Kelas blogging NTT Inspirasi yang hidup. tetap semangat dan jaga kesehatan. salam buat keluarga di kota Ende

      Hapus
    2. Hhahah saya jadi ingat dulu. Gapteknya saya juga luar biasa. Tapi berkat teman-teman yang kemudian jadi sahabat dan saudara dari MIRC, lanjut menjadi teman blog, teman komunitas, banyak sekali hal yang bisa dipelajari. Mereka tidak pelit ilmu ... ternyata. Jadi ketika kita semua mendapat ilmu dengan gratis, dishare saja gratis, selama masih ada yang mau.

      Kadang kalau saya kasih materi di kelas2 komunitas/grup soal blogging dan internetsehat, saya bilang begini: Ada pertanyaan? Kalau pertanyaannya belum bisa saya jawab sekarang, nanti kita cari tahu sama-sama ya :) hahaha. Maklum, kita semua juga manusia yang punya keterbatasan (tidak semua hal kita tahu).

      Terimakasih juga sudah mau menjadi mentor di Kelas Blogging NTT, pak Martin. Salam dari keluarga di Ende juga.

      Hapus
    3. Maksudnya sekarang juga saya gaptek ... masih terus belajar.

      Hapus
    4. Benar ine komunitas yang saling menguatkan itu sangat luar biasa. Saya jadi iri dengan kelas blogging NTT, dulu buat barang ini (blog maksudnya) saya pusing ria sendiri, mau tanya ke siapa?

      palingan baca dan belajar sendiri, tapi adik adik dan para sahabat di kelas blogging NTT sunggu luar biasa mendapat suport dan dukungan maksimal dari Ine dan pak Bisot, jadi saya pikir mereka rugi jika tidak manfaatkan ini dengan baik...

      Sekali lagi saya berterima kasih karena ine sudah masukan saya di grup kelas blogging NTT.. luar biasa. Oh ya, ole nara ee.. rasanya macam bagaimana begitu disebut mentor kwkkwkw, adu ine ini suatu penghargaan sekaligus buat saya mati gaya kwkwkkwkw

      tetap semangat dan selalu jaga kesehatan ya... salam

      Hapus
  2. Teknologi memang sangat penting, krn suatu saat mungkin membutuhkan. Setidaknya agar bisa nyambung kalo ngobrol sama orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah setuju bangat mas Aris, "bisa nyambung" itu hal paling penting dalam komunikasi interpersonal. Benar seperti itu kan mas?

      Maturnuhun mas atas kunjungannya. salam sukses dan jaga kesehatan...

      Hapus
  3. Kutipannya simpel ya Kaka Guru, tetapi maknanya kalau dicermati sangat dalam. Sedalam sumur yang kering, #peace. Hehehe. Saya juga suka ulasan teknologi dalam blog beliau, walaupun mungkin orang-orang di luar sana sudah tahu tentang hal itu (tutorial dan semacamnya), tetapi saya yang belum tahu jadi merasa hal itu bermanfaat. Simple but crucial.

    Salam Kaka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woiii ade kwkwk...

      ehmm... semangat ya..."HIDUP TERUS BERJALAN"

      Yo itu sudah, abis abang yang satu ine sa su anggap dia macam guru. Beliau sangat baik, meladeni pertanyaan-pertanyaan bodoh dan amatiran dari saya. semoga mas Muda dan ade Ajeng selalu menjadi saluran berkat lewat kata, dan kalimat..

      Ade, makasih ee su berkunjung, mantap sekali kwkwkw. salam. Jaga kesehatan euuu

      Hapus
  4. Semua Orang Bisa Jadi Guru ya mz... menurut saya sih gak seperti itu, gak sembarangan orang bisa jadi guru, sebab semua tingkah laku seorang guru bahkan ucapannya akan di jadikan suri tauladan bagi peserta didiknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adu komentar ini mententeramkan sekali jiwa seorang guru, terima kasih banyak mbak Risna, salam sukses selalu...

      Benar tingkah laku guru itu semua terekam, itu yang menurut saya agak berat ya hehhe tetapi soal yang lain dunia guru itu indah sekali.

      Terima kasih banyak mbak Risna atas komentar dan kunjungannya yang memotivasi sekali.

      Hapus

Anda Sopan Saya pun Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel