Wawancara seputar Blog Makkar: Menjaga Asa Agar Tetap Menyala

Wawancara seputar Blog Makkar: Menjaga Asa Agar Tetap Menyala oleh Martin Karakabu guru Bahasa Indonesia SMA Kanaan Jakarta dan SMTK Bethel Jakarta
Pertanyaan seputar blog adalah ulasan dari saya dan tentang saya. Bukan untuk pamer diri, karena tidak ada hal positif yang perlu dipamerkan. Ini hanya ‘menjaga asa agar tetap menyala’.

Sama sekali tidak membawa manfaat bagi pembaca karena setiap kata merujuk pada akuan dan itu tidak menarik. Ini saya lakukan untuk melawan lupa dan merawat tujuan saya menulis di blog.

Sebelumnya izinkan saya untuk mengatakan Makkar yang dimaksudkan adalah Martin Karakabu, singkatan nama diri bukan tindakan anarkis.

Berikut wawancara antara Martin Karakabu dengan admin blog kakavila.com, hehehe padahal itu saya sendiri.

Sejak kapan anda menulis di blog?

Persisnya kapan saya lupa, namun tahu tentang blog sejak 2013 lalu. Tidak ada niat untuk menulis di blog saat itu. Hanya ingin tahu saja.

Kemudian tahun 2014 saya mulai tertarik dengan dunia blog, namun belum sempat membuatnya karena tidak tahu bagaimana cara membuat blog.

Tahun 2015 saya mencoba membuat blog, semantara isi blognya apa saya pun tidak tahu. ‘ya saat itu benar-benar labil’.
Di tahun 2015 banyak sekali blog yang saya buat.

Sekitar puluhan, ada yang lupa akun, ada yang dibiarkan begitu saja, dan banyak hal yang tidak berkenan soal blog.
Memasuki tahun 2016 saya mulai agak serius membuat blog.

Saya ingat persis nama blog yang saya pakai saat itu. Verba Vollant Scoprite Mannet.

Sangat panjang memang karena saya belum paham fungsi SEO dan lain sebagainya.

Tujuannya saat itu ingin menulis kembali kisah perjalanan saya. Lagi-lagi lupa kata sandi dan blog tersebut tidak terurus sampai sekarang.

Perjalanan selanjutnya banyak lagi blog yang saya buat, nyaris tidak terhitung jumlahnya.

Awal 2017 saya konsen membuat blog dan membeli domain sendiri.

Ada tiga blog di awal 2017, diantaranya saya beri nama gubanesia yang artinya guru Bahasa Indonesia. Isi blognya tentang pelajaran Bahasa Indonesia, blog kedua saya beri nama cape makkar yang artinya catatan perjalan martin karakabu.

Blog tersebut di bulan Desember 2017 saya ganti nama dan domainnya menjadi waktuku.Id. Tujuannya mengabadikan semua perjalanan saya. Terakhir ada blog yang saya beri nama sesuai nama saya Martin Karakabu. Namun lagi-lagi tidak konsisten akhirnya blog-blog tersebut saya hapus.

Nah di awal 2018 saya buat 2 blog lagi. Namanya kaka Vila, menggunakan domain TLD menjadi www.kakavila.com, dan satu blog lainnya, namun mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan nama blognya.

Dua blog tersebut bertahan sampai sekarang.

Jadi jika ditanya kapan anda menulis di blog jawabannya tidak pasti. Namun saya mulai serius di blog sejak 2017. Jadi catat saja sejak tahun 2017.

Apa motivasi dan tujuan menulis di blog?

Motivasi saya menulis dan tujuan menulis di blog.
Ada tiga jawabanya.

Jika anda tanyakan itu pada tahun 2016 - 2017 maka jawabannya saya ingin menjadi pintar, walau sebenarnya tidak pintar hehehe. Ya bagi saya orang yang menekuni dunia tulis menulis menurut saya orang hebat.

Mengapa?

Jawabanya karena tidak semua orang bisa menulis.
Orang yang paling pintar dalam berbicara jika disuruh menulis belum tentu bisa.

Jadi saya ingin menjadi pembeda dengan kegiatan menulis. Tujuan saya supaya bisa memiliki buku sendiri, karena saya dibentuk dari lingkungan yang menganggap ukuran kepintaran seseorang dari sebuah karya yang diakui secara formal. Salah satunya ialah menulis buku.

Baca:


Jika sekarang anda bertanya kepada saya maka jawabannya berbeda, tetapi tujuannya tetap sama yakni membuat buku.

Motivasi saya ialah ingin menyampaikan kepada para murid bahwa saya yang memaksa mereka menulis bukan hanya menyuruh tetapi memberi contoh kalau saya pun bisa menulis.

Walaupun tulisan saya tidak bagus dan sulit dipahami tetapi esensi dari pesan saya adalah menulis.

Soal bagus atau tidak itu proses. Bukankah seperti itu?

Mengapa saya menyuruh anak menulis dan kadang seperti memaksa.
1.  Alasan pertama saya guru Bahasa Indonesia, dalam materi Bahasa Indonesia ada empat keterampilan dasar. Keterampilan menulis, berbicara, menyimak dan membaca. Artinya saya menyuruh karena kepentingannya dengan bahan ajar.

2.  Alasan kedua untuk mendukung literasi nasional dan itu tercatat secara resmi dalam kurikulum 2013. Jadi saya menyuruh dasarnya jelas, materi mengajar dan mendukung kegiatan literasi nasional.

Baca juga:


Terakhir jika 2 tahun kemudian anda bertanya motivasi saya menulis di blog apa?, maka jawabanya adalah menulis buku dan tujuannya ialah bisa menghasilkan sebuah buku tentang catatan perjalanan saya, kedua buku tentang tips dan trik mengajar Bahasa Indonesia yang menyenangkan, dan terakhir adalah buku tentang debat.  

 

Siapa yang paling berjasa dalam ngeblog

Yang paling berjasa dalam mengeblog tentunya banyak, termasuk seluruh blogger Indonesia karena dari mereka saya belajar banyak hal.

Mulai dari apa itu blog, teknik menulis, dan lain sebagainya. Namun kata siapa izinkan saya untuk memaknai sebagai satu atau dua orang yang paling berjasa.

Pertama pater Jhon Kore OFM, beliau adalah seorang Imam Katolik. Saat SMA saya tinggal di Seminari, sekolah formal berpola asrama.

Fase hidup pada masa SMA terbilang sadis.
Jika melakukan kesalahan sedikitpun harus menulis 300 kata, besoknya lagi melakukan kesalahan yang sama atau kesalahan yang lain menulis 3 ratus kata.

Itu untuk kelas X SMA 3 ratus kata, kelas XI SMA 5 ratus kata dan XII SMA 7 ratus kata.

Jadi setiap kesalahan sekecil apapun hukumnya wajib menulis. Sampai dengan saya lulus dari seminari ada sekiatar 7 jutaan kata yang harus saya bayar.

Namun diakhir dari pelepasan pater Jhon Kore OFM mengatakan Verba Vollant Scoprite manet, kira-kira maknanya kata yang terucap akan lenyap namun yang tertulis pasti abadi.
Jadi beliau berpesan utang-utang kata selama proses pendidikan di seminari dianggap lunas apabila 5 atau 6 tahun kemudian kami (alumni) bisa membawa buku untuk dipersembahkan kepada almamter tercinta Seminari St. Fransiskus Asisi di Papua, saat reuni nantinya.

Jadi orang yang paling jasa pertama adalah pastor Jhon kore OFM, kepala sekolah dan pembina asrama di seminari St Fransiskus Papua.

Orang kedua tentunya istri tercinta Vina Lamoren karena beliau orang yang paling mengerti dan mendukung saya untuk menghasilkan sebuah buku.

Saat saya sibuk di depan laptop tua hasil usaha kami bersama. Tak jarang kopi hangat dan cemilan hadir; lengkap dengan senyumnya yang termanis.

Semangat pak, bapak pasti bisa...

Istri mana yang seperti itu hehehe, jadi beliau pastinya orang kedua yang paling manis dalam hidup dan karya saya.

Ketiga orang tua yang selalu mendukung dan menyekolahkan saya. Keempat dan terakhir adalah para siswa-siswi di sekolah karena mereka dalah inspirasi saya yang hidup. Merekalah tiang penyanggah untuk mejaga asa ini supaya tetap menyala.

 

Apa prestasinya di blog?

Jujur ketika membahas soal prestasi saya jadi malu karena tidak ada satu pun prestasi yang saya raih selama menulis di blog. Namun jika ukuran prestasi adalah pengakuan dan apresiasi maka ada dua peristiwa yang membuat saya bangga dan memupuk semangat saya dalam menulis di blog;

walau yang membaca hanya istri saya seorang hehehee.

Pertama tahun 2017 lalu, saat saya menerapkan sistem belajar mengajar berbasis blog diapresiasi oleh kepala SMA Kristen Kanaan Jakarta, Ibu Indri Astuti.

Beliau meminta HRD untuk naikan gaji saya lima ratus ribu karena dianggap menemukan metode baru dalam kegiatan belajar mengajar.

Saat itu jujur saya sangat bangga. Bukan uang lima ratus ribunya tetapi hal sederhana yang saya lakukan dianggap bermanfaat.

Kedua tulisan saya yang berjudul Guru Blogger Solusi Alternatif Pembelajaran Di Era Digital. Diminta oleh pak Tri, Direktur penerbit Widyasari Press Salatiga untuk dijadikan jurnal ilmiah dan diterbitkan dalam bentuk buku.

Dua hal itulah yang membuat semangat menulis di blog terus menyala.

Jika prestasi yang lain saya belum pernah mengalaminya. Mungkin suatu saat jika Tuhan berkenan.

Apa suka dukanya di blog?

Sukanya dan duka di blog hehhe...(sambil tertawa)

Suka jika apa yang ditulis bisa memberi manfaat.
Saya pernah di whatsaap oleh seorang guru di Papua, namanya ibu Ros Meteray. Beliau memberi apresiasi pada tulisan saya yang berjudul 4 rahasia guru galak yang kehadirannya di depan kelas selalu dinanti.

Sampai saya diminta untuk memberikan semacam seminar di sekolah beliau. Itulah sukanya karena tulisan sederhana saya dianggap membawa manfaat.

Suka yang kedua mendapatkan banyak teman baru melalui aktifitas saya di blog. Saya mengenal mas Himawan, mas Mudariski, mas Aris, saudari Tuteh Pharmantara, mbak Ajeng dan teman-teman blogger yang lain.

Dukanya sangat banyak. Tetapi duka yang paling mendalam ialah saat saya mengajari anak-anak membuat blog namun setelah kuliah blognya tidak diposting lagi. Itu duka yang paling medalam menurut saya.

Duka yang kedua adalah saat kegiatan sekolah padat, semantara ide untuk menulis juga sama banyaknya. Itu bukan lagi duka malah jadi pening hehehe..

Kurang lebih seperti itu suka dan dukanya.

Apakah ada kendala dengan profesi sebagai guru dan menulis di blog?

Jika boleh jujur kendala yang sangat berarti tidak ada karena saya mengganggap menulis di blog adalah bagian dari profesionalitas profesi guru. Namun secara teknis saat tugas sekolah semakin banyak semantara ide untuk menulis pun meminta perhatian lebih.
Menurut saya itu kendala terbesar.

Bagaimana membagi waktu antara keluarga, blog, dan tugas sebagai guru?

Bagi saya menulis di blog hanyalah hoby semantara keluarga adalah segala-galanya.

Jadi saat keluarga membutuhkan maka segala hobi akan saya abaikan. Semantara guru adalah pengabdian saya sebagai makhluk Tuhan kepada sang pemberi hidup.

Secara teknis saya bagi waktu antara hobi, kerja, dan keluarga seperti ini;

Senin sampai Jumat itu waktu untuk bekerja (mengajar), jika ada sesuatu yang berhubungan dengan mengajar maka saya akan tulis diblog, tetapi jika tidak maka saya akan fokus hanya kepada koreksi soal dan hal-hal yang berhubungan dengan guru.

Namun di sela-sela hari, antara Senin sampai Jumat adalah suatu kewajiban saya untuk menyediakan waktu dua jam buat keluarga dan Tuhan.

Maksud saya saat istri pulang kerja dan saya pun pulang kerja sesibuk apapun akan saya tinggalkan itu semua. HP dimatikan dan satu jam yang paling berarti buat keluarga.

Ya hanya ngobrol dengan istri, dengarkan ceritanya hari itu, atau hanya sekedar bermain game bersama.

Intinya satu jam saya fokuskan hanya buat keluarga setiap hari.
Jam berikutnya bersama istri kami berikan waktu terbaik buat Tuhan. Entah itu baca Alkitab atau sekedar sharing intinya selalu ada waktu buat Tuhan, walau hanya sejam dalam satu hari.

Jika hari sabtu itu waktunya saya untuk menulis di blog, saya tidak perduli dengan istri dan yang lain-lain, kecuali istri sedang sakit.

Intinya sabtu urusan saya dan blog. Minggu buat Tuhan, selebihnya rekreasi bersama keluarga.

Menulis tanpa ide segar tak ada inspirasi.

Seperti itu pemahaman saya, jadi rekreasi bersama keluarga sangat penting. Itu soal membagi waktu.

Bisa dijelaskan mengapa blognya ada dua?
Ya blog saya ada dua, blog pertama dan utama yaitu www.kakavila; ini adalah tempat saya belajar dan berbagi.

Blog kedua adalah www.kakavila.com, yaitu blog yang anda baca saat ini. (hehehe, sudah saya katakan kalau saya tidak ingin menyebut blog yang satunya). 

Blog ini menurut saya tidak bermanfaat sama sekali karena ini hanyalah tempat kami belajar menulis.

Jadi semua topik ada di sini, dari yang berguna sampai yang tidak berguna. Intinya ini blog gado-gado yang kami jadikan tempat belajar.

Terakhir apa pesan anda buat pembaca yang mungkin sempat membaca tulisan ini?

Bicara pesan mungkin kurang tepat karena saya bukan siapa-siapa, jadi tidak layak untuk memberi pesan. Jika sebutannya sharing maka saya bisa katakan seperti ini.

Untuk Guru

Program litersi nasional yang terdapat pada kurikulum 2013 hanyalah kata tanpa makna. Kata litersi hanya akan bermakna jika kita (baca: guru) melaksanakannya dalam bentuk menulis jurnal ilmiah, PTK, atau melalui blog.

Jika kita sebagai guru tidak menulis bagaimana dengan siswa?. Bukankah tugas guru adalah memberi contoh, sesuai dengan semboyan tut wurihandayani...?

Mari kita merenung sejenak.

Untuk sidang pembaca nan luas

Menulis itu baik, jadi menulislah apa yang bisa ditulis tetapi jangan sebarkan hoax dan isu sara.

Sudah terlalu banyak masalah di negeri ini. Sekarang saatnya membangun peradapan baru dengan konten positif, sugesti postif untuk Indonesia yang lebih baik.

Demikian wawancara saya dengan Martin Karakabu admin blog www.kakavila.com.

Semoga percakapan saya dengan guru kampung itu bisa memberikan sumbangsi positif untuk litersi Indonesia.

Salam damai untuk pembaca kakavila.com.

Tuhan berkati selalu dalam karya dan tugas panggilannya.

14 Responses to "Wawancara seputar Blog Makkar: Menjaga Asa Agar Tetap Menyala"

  1. Intinya; ngeblog selalu membawa manfaat baik, apabila kita mempergunakannya untuk yang baik pula (apapun itu asal baik). Saya pikir pak Martin pun pasti juga sudah merasakan manfaatnya; selain bisa punya media yang menampung tulisan kita dan semoga kelak dapat menghasilkan buku (yang juga bisa disumbangkan ke almamater), blog membuka kesempatan untuk kita mengenal lebih banyak orang, membuka kesempatan untuk hal-hal yang juga bermanfaat untuk kita. Intinya tetap semangat untuk menulis, menulis, dan menulis. Kadang kita tidak pernah tahu, kisah kecil yang kita tulis di blog, mungkin pula dapat menjadi inspirasi besar bagi orang lain.

    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar ine, blog selalu menghadirkan banyak manfaat dan prospek jejaringan yang baik. Terima kasih banyak telah banyak membantu saya ine. Semoga selalu sukses di masa depan dalam melayani dan membagikan berkat melalui tulisan maupun jepretan dari ujung lensanya. salam sukses ine.

      Hapus
    2. Menunggu update-an di blog ini qiqiqiq ...

      Hapus
    3. Terima kasih banyak sudah diingatkan Ine, beberapa hal yang membutuhkan perhatian lebih akhirnya Kaka vila sedikit diabaikan sejenak.Bersyukur tugas pokok sudah mulai berkurang dan saya sudah bisa menulis kembali di blog ini. Terima kasih atas lkunjungannya Ine. salam

      Hapus
  2. Kalo niat kita baik untuk share sebuah pengalaman agar dapat memberikan manfaat, toh hasilnya juga positif, malah mendapat apresiasi dari orang lain, padahal tulisan kita biasa aja. Contohnya kayak cerita mas di atas malah mendapat apresiasi untuk memimpin seminar.

    Setiap ngeblog pasti ada suka dan dukanya, gimana sikap kita untuk menyikapinya, itu yang terpenting.

    Tetap, keluarga nomor satu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap keluarga nomor satu. Saya paling suka kata atau pernayataan ini. Hebat. oh ya, mas Hendra terima kasih banyak atas kunjunganya.

      benar mas selama niat kita baik saya percaya kendala bisa jadi solusi.
      Sangat bijak, setiap ngeblog ada suka dukanya, tetapi bagaimana kita menyikapi, itu lagi lagi saya suka.. keren bangat mas. salam

      Hapus
  3. Dengan menulis di blog kita bisa sharing pengetahuan dgn sesama blogger dan juga mendapatkan teman baru. Tentu saja ini akan menyita waktu kita, namun keluarga tetap harus yg nomor satu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Aris... tetapi yang sedang saya gumili adalah saat ide mengalir dengan derasnya namun saat keluarga memanggil pulang ke peraduan, sio itu dilema paling berat sekali euuu...

      Hapus
  4. Susahnya itu kalau ide udh mengalir dan kita kesampingkan dgn melakukan aktifitas lain, ide itu bila hilang dan butuh waktu lagi utk dpt ide lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mas tapi hidup memaksa harus memilih sesuatu yang disebut skala prioritas jadi ya harus relakan hehehehehe...

      Hapus
    2. Makasih banyak ya mas atas kunjungannya, semoga mas Aris selalu diberkati dalam tugas dan panggilannya.. salam hangat selalu mas. Jaga kesehatan

      Hapus
  5. Wah banyak sekali pengalaman dan prestasinya selamat Artikel "Guru Blogger Solusi Alternatif Pembelajaran Di Era Digital" dijadikan sebagai jurnal ilmiah dan diterbitkan dalam bentuk buku, bukunya sudah jadi ya?

    BalasHapus
  6. Hahaha pengalamannya masih sedikit mas Warwan, lebih banyak pengalaman mas Warwan hehehhe..

    Benar mas sudah diterbitkan, tetapi bukan buku melainkan jurnal ilmiah. baru jurnal mas, belum buku kwkwkkw..

    salam, terima kasih banyak atas kunjungannya mas... salam sukses selalu

    BalasHapus
  7. Wowww..... terus terang saya cuma bisa bilang itu. Yang seperti ini lah yang bisa menginspirasi banyak orang.

    Aliran katanya bagus sekali Kang.. enak dibaca dan penuh isi, tetapi tetap jujur.

    Keren Kang

    4 jempol .. eh dua saja (bukan apa-apa karena kalau 4 harus angkat kaki dan selain tidak sopan saya bisa jatuh)

    BalasHapus

Anda Sopan Saya pun Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel