Kelas Blogging NTT Membuatku Terpikat

Kelas Blogging NTT Membuatku Terpikat
Sumber pixabay lihat https://pixabay.com/id/kertas-berantakan-catatan-abstrak-3033204/
Pertama-tama saya harus akui Ine Tuteh, pak Bisot, dan saudari Ansakia sosok yang luar biasa. Letak luar biasanya adalah kepedulian dan semangat mereka untuk mengajari saudara-saudari di NTT soal blog.

Contoh:

Pak Bisot orang Sulawesi, saat ini berdomisili di Bekasi-Jawa Barat Beliau boleh saya sebut kepala sekolah dari kelas blogging NTT. Pengetahuannya soal blogger mumpuni sekali. Itu dibagikan dengan iklas di kelas blogging NTT.

Sabarnya minta ampun dalam menjawab pertanyaan seputar blog dari peserta kelas blogging NTT.

Sama halnya dengan ine Tuteh, ini orang yang paling semangat di kelas blogging NTT. Beliau pernah berujar, “siapa yang konsisten menulis nanti dapat bonus pulsa”. Sampai segitunya  penyuka fotografi ini memberi makna pada kata dedikasi. Loyalitasnya melampai batas pemikiran saya. Kalau boleh diibaratkan dengan sekolah, saya sebut beliau wakil kurikulum.

Ada lagi satu sahabat yang luar biasa, namanya Anzakia. Saya kagum sekali dengan orang ini, ceritanya seperti ini. Hari Senin (1 Oktober 2018), seharusnya beliau mengisi materi literasi digital. Namun karena satu dan lain hal beliau tidak sempat mengajar.

Apa yang dilakukan?

Ini kata beliau , “dear sahabat semua, mohon maaf materi literasi digital kita lanjutkan Minggu depan”.

Secara kasat mata kalau tidak sempat ya tidak apa-apa, toh ini hanya semacam amal kita saja.

Itu pikir saya, namun tidak demikian dengan beliau.

Artinya orang ini komitmen. Itu yang saya tanggap dan saya pahami. Orang ini sunggu luar biasa, komitmennya harus menjadi contoh.

Jika kelas blogging NTT diibaratkan sebagai sebuah lembaga formal maka sahabat Anazkia izinkan saya menyebutnya guru teladan.

Saya sebut saja ketua kelas yang kebetulan dipercaya oleh guru, kira-kira seperti itu saya.

Jujur saya kagetnya minta ampun saat ine Tuteh (teman blogger), menyuruh saya mengajar materi kepenulisan.

Kaget karena tulisan saya pun, ampun de, ga jelas bangat. Mana mungkin bisa ajarin orang lain. Namun ada dua hal yang membuat saya mau dan terlibat.

Pertama karena saya orang NTT, kedua dengan memberi saya akan menerima.

Alasan sebagai orang NTT


Terlahir sebagai orang NTT, mengusung nama belakang orang NTT itu yang membuat saya mau. Alasannya adalah saya malu pada pak Bisot, sahabat Anazakia, dan Ine Tuteh.

Pak Bisot dan Sahabat Anazkia, mereka bukan orang NTT tetapi semangatnya luar biasa.

Lha saya yang orang NTT apakah diam saja?

Ataukah saya hanya bisa kritik tanpa solusi apa lagi aksi nyata .......?

Takut disebut omdo (omong doang), jadi dengan pengetahuan apa adanya saja saya pun coba berkolaborasi dengan orang-orang hebat di atas.

Saya percaya dengan memberi saya menerima, itulah hakekat ajaran kasih.

Harapan dan alasan saya terlibat di kelas blogging NTT ada 4.
1.     Mau belajar.
2.     Ingin Pariwisata NTT bisa dikenal secara masif.
3.     Mendukung literasi nasional.
4.     Takut sunami datang. Maksudnya saat sunami datang setidaknya saya sudah lakukan hal baik, walau sederhana dan apa adanya saja.

Semoga dunia literasi semakin berdaya, pariwisata NTT semakin memikat, dan pengembaraan saya di dunia ini bisa menjadi berkat bagi sesama. Salam damai.@

13 Responses to "Kelas Blogging NTT Membuatku Terpikat "

  1. Saya percaya pak Guru Martin adl sosok yg tepat utk mengajar materi penulisan, tentu saja mbak Tuteh nggak bakalan asal tunjuk tanpa mengetahui kemampuan seseorang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiii mas Aris hehhee, benar kah Itu kwkkw, terima kasih jika demikian, tetapi ampun eee tulisan saya sendiri pun uuhhh parah, ya terus belajar.

      makasih banyak atas kunjungannya mas. salam damai

      Hapus
  2. Saya kenal itu nama Teh Tuteh. Benar-benar bersemangat dalam berbagi ilmu. Semoga bisa menjadi contoh bagi blogger daerah lain, untuk saling berbagi pengalaman dalam hal menulis, demi mengenalkan daerahnya agar parawisatanya tumbuh dan terus tumbuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas bumi, sama halnya dengan mas Bumi yang selalu semangat dalam berbagi...Terima kasih banyak mas atas kunjungannya. tetap semangat dan terus berbagi...

      Hapus
  3. semoga harapannya terwujud, sukse kelas blogging NTT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih banyak mas atas kunjungannya, salam sukses selalu

      Hapus
  4. Saya terharu membacanya; terkhusus tentang orang NTT janganlah diam saja. Orang luar NTT mau berbagi dengan kita, gratis pula, kenapa kita yang orang NTT tidak mau menerima ilmu yang gratis (dan penuh sabar) itu? Hehehe. Komunitas Blogger NTT (Flobamora Commuunity) pun dulu dibangun oleh 3 orang luar NTT dan satu Orang NTT (saya). Ada rasa yang haru biru ... membaca postingan ini.

    Terimakasih Pak Martin! God bless you! Ngga'e berka!

    BalasHapus
  5. Benar ine Ngae'e berka takut tiba-tiba Jakarta Sunami kwkkw, makasih banyak Ine atas kunjungannya. salam damai

    BalasHapus
  6. saling berbagi dan memberi manfaat

    BalasHapus
  7. Benar mas Marwadi, terima kasih atas kunjunganya. salam

    BalasHapus
  8. mau dong di kasih pulsa juga mz, hihihi, tapi gak jadi ah, tar kebiasaan berharap sesuatu dari orang lain :) semangat terus mz martin.

    BalasHapus
  9. Hehhee terima kasih banyak atas kunjungannya mbak Risna, selalu kagum dengan pernyataan-pernyataan mbak Risna yang menyejukan...

    BalasHapus
  10. Betul sekali Mas Aris, kemampuan Pak Martint idak perlu diragukan lagi, ilmunya sangat bermanfaat bagi para peserta Kelas Blogging NTT. Salut sekali sama pak guru yang satu ini.

    BalasHapus

Anda Sopan Saya pun Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel