Mari Kawan, Kita Belajar Tentang Cinta dari Blogger Ini

Sekalipun aku terlahir dari keluarga biasa, tetapi aku sangat bangga memiliki kedua orang tua seperti mereka. (N. Azizah)
Mari Kawan, Kita Belajar Tentang Cinta dari Blogger Ini, Blogger asal Mbay, Flores NTT
Ayah, setiap detik bersamamu adalah hal terbaik dalam hidup. Seandainya waktu bisa diulang maka Mbay adalah tempat paling tepat untuk memulai kisah dulu.

Bukan kisah Malin Kundang atau dalam serial tv bertajung bawah putih bawah merah. Tetapi kisah cinta yang paling menyentuh antara Novilea Azizah dengan ayahnya.

Oh ya, ini bukan Azizah penyanyi KDI. Ini Novilea Azizah seorang blogger asal Mbay, Kabupaten Nagekeo; Nusa Tenggara Timur.

Tidak banyak informasi yang bisa saya dapatkan dari blogger muda ini. Hanya gadis muda, nampak anggun dengan balutan jilbab yang bersahaja.

Hanya itu, ya benar-benar hanya itu, tetapi inspirasi yang dihadirkan lewat ulasannya yang berjudul sepenggal kisahku tidak sebatas itu kawan.

Kemari dan simak refleksi yang mengharu biru itu di sini.

***
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana dan dari daerah yang tidak begitu familiar yaitu Mbay, Kabupaten Nagekeo. Ayahku seorang petani dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga.

Bukan itu yang menarik menurut saya, tetapi lihatlah pengakuan jujur ini, sekalipun aku terlahir dari keluarga biasa, tetapi aku sangat bangga memiliki kedua orang tua seperti mereka.

***
Pembaca yang terhormat,

Orang tua mana si yang tidak bangga memiliki anak yang baktinya seperti ini?

Ya’ ela mas Martin, lu ga tahu aja kelakuan anak zaman sekarang.

Jika itu dalil yang dihadirkan maka saran saya anda harus membaca lebih jeli tulisan anak muda ini.

Kata-kata adalah manifestasi dari tindakan. Peryataan itu mungkin bisa dicernah lebih lanjut, apabila anda sudah membaca tulisannya di http://novieaazizah.blogspot.com/2018/09/sepengal-kisahku-perkenalkannama.html

***

Ada banyak sekali yang ingin dibahas melalui tulisan reflektif blogger kece ini, namun baik juga jika sidang pembaca simak yang berikut ini.
Mari Kawan, Kita Belajar Tentang Cinta dari Blogger Ini
Sketsanews.com, Jakarta – Tidak lagi diakui oleh anak-anaknya, pria lansia di daerah Jakarta Barat terpaksa tidur di atas selokan air.
Kejadian ini langsung viral di media sosial. Warganet menyebut, kisah ini adalah Malin Kundang Zaman Now.

Lansia yang terbaring di atas saluran air tepat di depan Sekolah Dasar (SD) Widuri Indah, diketahui bernama Udjan Susanto (74 tahun). Dengan baju tidur lusuh dan sarung, dia terbaring di atas karton sebagai alas tidur, tepat di atas saluran air (got) di wilayah Duri Utara, Jakarta Barat.

Kasus ini viral. Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta datang men­gevakuasi. Kata petugas Dinsos, Udjan dalam kondisi sakit dan penuh kotoran dirinya sendiri.

“Ketika di lokasi, lansia tersebut tiduran di atas saluran air dengan kondisi sudah sakit dan sudah buang air kecil dan besar di celana,” kata Amir Petugas P3S Sudinsos Jakarta Barat dalam keterangan tertulisnya kemarin.
Mari Kawan, Kita Belajar Tentang Cinta dari Blogger Ini

Selengkapnya diikuti melalui https://sketsanews.com/anak-durhaka-mirip-malin-kundang-zaman-now-muncul-di-jakarta-barat/

***

Saya berpikir bahwa cerita Malin Kundang hanyalah dongeng sebelum tidur, tetapi ternyata saya salah. Namun hal demikian tidak berlaku bagi Novilea Azizah blogger milenial yang masih menganut paham budaya timur yang kental.

***

Sepertinya tidak ada banyak hal yang bisa anda peroleh saat mengunjungi blog ini. Namun jika anda seorang pelancong atau hanya sekedar tahu tentang Mbay melalui kaca mata milenial. Menarik jika bersua lewat udara dengan alumni SD Madrasah Mbay ini.

Atau bagi kamu yang hendak menunjukan baktimu pada mereka yang disebut orang tua sepertinya sepenggal kisah yang ditulis blogger ini menarik untuk dijadikan bahan bacaaan alternatif.

Akhir kata. Dewasa bukan hanya soal usia, melainkan bagaimana kita bertindak.

Sepertinya menggurui sekali kata itu, namun dari N. Azizah saya belajar bahwa usia muda hanyalah soal angka, tetapi kedewasaan sejati ialah saat kita menunjukan cinta kepada mereka yang layak dicintai, orang tua itu pasti.

Tetap semangat Azizah hadirmu memberi inspirasi. Salam@

14 Responses to "Mari Kawan, Kita Belajar Tentang Cinta dari Blogger Ini"

  1. Novi adalah lulusan Prodi Sastra Inggris yang punya seabrek prestasi diantaranya taman baca bersama Kelurahan Rewarangga, kempo (atau taekwondo ya saya lupa), sampai kegiatan2 anak muda lainnya. Anaknya cerdas dan bawel hahahah bawel ini juga yang pernah mengantarnya menjadi penyiar Radio Gomezone dua tahun lalu ...

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak ine Tuteh, iya sebelum menulis saya coba cari data penunjang (berharap ada halaman about me) tetapi sepertinya belum dibuat, jadi apa adanya saja. Saya akan edit dan masukan lagi beberapa informasi yang disampaikan oleh ine.

    terima kasih ine atas informasinya. salam

    BalasHapus
  3. Terima kasih saya jadi kenal dengan Azizah blogger dari Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, berdekatan dengan Tuteh dong, kalau saya dari Karawang Jabar salam kenal buat blogger NTT, NTB dan semuanya.

    BalasHapus
  4. Terima kasih atas kunjunganya mas Muda, Kehadiran mas adalah inspirasi buat saya hehehe, sukses selalu mas

    BalasHapus
  5. Sumpah, pas baca paragraf kedua yang dimulai dengan kata "ayah", langsung membuat merinding dan sedih.. ingat ayah yang aku sambut jasadnya dari atas yang kubawa ke liang tempat tidur panjangnya.. setahun yang lalu 😫😫😫

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adu mas kenapa sedih sedih si hehhee,

      benar mas sosk ayah kadang buat kesal (pengalaman pribadi) tetapi situasi-situasi tertentu kangenin dan bahkan rindu bangat, lantas saat pergi untuk selamanya, sudah pasti suatu kehilangan terbesar tentunya hehhee..

      terima kasih banyak atas kunjungannya mas, salam hangat..

      Hapus
  6. Tulisan bernuansa realita sosial, eh sy cuma pingin tau (kepo) apa hubungan blog ini dengan Karakabu pasti ada hubungannya he he he...

    Salut buat artikel artikel mendidiknya!

    BalasHapus
  7. Oh mas Sofyan hehheee
    Kaka artinya KARA KABU. itu marga saya mas. Jadi karakabu blog yang saya buat untuk bicara tentang pendidikan TOTAl versi guru kampung mas. Kalau kaka vila, pokoknya apa saja ditulis mas.

    Jadi karakabu untuk menjadi berkat/berguna bagi orang lain, kira-kira seperti itu, sedangkan kaka vila ini, tempat saya berbicara dengan diri sendiri tentang apa saja mas...

    Kesimpulannya satu nice satu gado-gado hehhee..

    Terima kasih banyak mas Sofyan atas kunjunganya. salam sukses...

    BalasHapus
  8. Saya focus ke cerita maling kundangnya itu. Kok saya ketinggalan informasi beritanya ya. Dan oh Jakarta betapa kerasnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahae, benar mas Jakarta uuuhh, mendingan ibu tiri gue kwkkw daripada mama kota kwkwk..

      Terima kasih mas sudah hadir, salam hormat

      Hapus
  9. Menarik sekali jika manusia-manusia jaman kini masih tidak meninggalkan hal baik dari masa lalu. Tidak melupakan yang lama. Seperti terjadi perpaduan budaya tanpa meninggalkan budaya yang lama tetap bisa melahirkan budaya baru. Aih.. Saya meluncur ke blog beliau kaka. Salam

    BalasHapus
  10. Lanjut ade, itu anak muda, sama dengan dirimu. Barang kali bisa berbagai cerita ala-ala milenial. Mangga, ups monggo de.. salam sangat selalu.

    BalasHapus

Anda Sopan Saya pun Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel