Tentang Komentar Blogger: Ini Bukan Anti Kritik Melainkan Kritikan yang Memberi Solusi

Seandainya antara Kaka Vila dan Karakabu memiliki admin yang berbeda.  Suatu ketika kaka vila berkomentar di karakabu, istilah blogger disebut blogwalking. Admin Karakabu pasti merasa sangat senang jika kaka vila mengoreksi kekurangan apa pun yang terdapat dalam tulisan dengan menunjukan secara jelas letak kesalahannya
Tentang Komentar Blogger: Ini Bukan Anti Kritik Melainkan Kritikan yang Memberi Solusi

Setiap insan memang berbeda, karena memang tidak mungkin memaksa ikan untuk memanjat pohon tetapi ini soal idealitas.

Contoh yang dilakukan admin blog trip of mine dan adinda Ajeng; pernah juga dilakukan oleh Ine Tuteh Pharmantara (teman blogger); Suatu kehormatan sekaligus terima kasih buat mereka yang selalu mengoreksi tulisan saya, dan dengan jelas mengatakan letak kesalahannya;  Sekaligus memberi solusi alternatif (pernyataan perbaikan).

Bagi saya ini hebat karena saya jadi tahu kesalahannya ada dimana.

Tidak ada manusia super yang sempurna maka kritikan selalu diharapkan untuk pembaharuan sebuah karya. Namun saat kaka vila ke Karakabu dan meninggalkan jejak komentar berupa kritik sebaiknya harus jelas. Jangan seperti yang berikut ini.

Contoh:
1.     EYD salah.
2.     Tata Bahasanya tidak baik.

Bagi Karakabu kritikan di atas sunggu tidak jelas, bukan berarti anti kritik sama sekali tidak. Kritikan justru membangun. Namun kritikan yang membuat orang bingung itu sangat tidak saya harapkan. Letak kebingungan saya dari contoh kritik di atas adalah EYD salah, salahnya dimana coba?.

Harusnya bagaimana?

“Tata Bahasanya tidak baik”, lha yang baik harus bagaimana?; Saya pun tidak tahu karena konteks ini saya adalah objek, tetapi yang dilakukan mas Himawan dan ade Ajeng bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga buat saya.

Contoh mas Himawan.

Mas Martin/sadaradaraku, ini salah, beliau sering kali dengan tegas mengatakan hal itu.
Lihat di bagian ini.... (penjelasannya lebih lanjut).
Seharusnya seperti ini (solusi)
karena ini (alasan mengapa harus begitu).

Ini jelas, saya jadi tahu persoalannya di mana dan saya harus berterima kasih pada beliau, hal yang sama sebenarnya dilakukan oleh adinda Ajeng namun orang ini kemasannya lebih soff. Oleh karena itu, untuk mas Himawan, ade Ajeng dan Ine Tuteh terima kasih sudah hadir dan memberi semacam kritik yang solutif.  Kalian beda dengan kebanyakan komentar, intlektual sekali komentar kalian.

Bukan seperti beberapa komentar yang sebenarnya menurut saya sok cerdas tetapi sebenarnya dangkal dan tidak nyambung sama sekali.

Ada juga pencitraan yang tersirat, mungkin saya orang  seberang kali, sehingga malas sekali lihat yang ada apanya, maunya apa adanya. Hehe  just kidding ya..@

Kasus lain:

1.    Komentar tidak nyambung. Yang dibahas apa dikomentari apa?, Saya pernah mengalamai situasi seperti itu, pada tulisan seorang blogger yang hebat saya katakan ‘jaket tersebut dijahit dan dipakai lagi, padahal sang blogger membahas tentang jaket yang sudah sempit’. Saya seperti ditegur dengan cara yang cukup keras, its ok, saya paham itu salah. Pelajaran yang bisa diambil lain kali baca lebih teliti baru komentar, kalau tidak mau komentar jangan membaca. Kurang lebih seperti itu refleksi saya dari pengalaman tersebut.

2.    Komentar seperti titip absen. Ada juga yang komentar seperti ini, ’nice post’, ‘bagus bangat gan’. Benar itu komentar dan menurut saya itu sah-sah saja, namun yang seperti ini saya kira orang  yang  tidak ada niat untuk berkomentar. Tujuannya hanya meninggalkan jejak semata, dengan harapan kunjungan balik. Saya tidak respek dengan yang seperti ini.

Lantas yang bapak mau komentar yang seperti apa?

Saya pikir komentar yang ideal untuk hal yang dikomenatari ialah sebagai berikut:

1.     Sesuai dengan topik yang dibahas, bahasa prokemnya ‘nyambung’. Supaya nyambung pertama-tama harus membaca terlebih dahulu baru komentar. Contoh yang dibahas narkoba ya komentar tentang narkoba, kalau ada komentar yang merujuk pada pendidikan, atau hal lain bagaimana, tidak apa-apa menurut saya asal berkaitan dengan tema yang dibahas.

2.     Jika kritik, (secara pribadi saya suka orang mengkritik apa yang saya lakukan) karena tidak ada manusia yang sempurna. Kritikan justru membuat mutu sebuah karya lebih beradab dan bernilai, namun lakukan dengan solutif dan menunjukan dimana letak kesalahan; sekaligus perbaikannya seperti apa. Bukan kritik doang, kalau kritik doang jatuhnya ‘menghakimi’. Contohnya bisa lihat penjelasan saya pada komentar mas Himawan admin blog trip of mine di atas. Hal ini sekaligus supaya dapat membedakan antara kritikan, pernyataan, dan tanggapan. Hal-hal tersebut memiliki padanan yang berbeda-beda jika kita tengok Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Kesimpulan:

1.     Saat sebuah karya intlektual hadir di ruang baca publik maka lahirlah tanggapan yang beragam. Itu sah dan manusiawi sekali. Namun tanggapan apapun yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan konteks yang dibahas, jangan sampai memberi kesan ‘ga nyambung’ karena komentar pada hakekatnya adalah gambaran dari pribadi yang memberi komentar.

2.     Kritikan sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu sebuah karya intlektual, justru kritikan hadir untuk membenahi diri, namun hendaknya berilah kritikan yang mengandung solusi sehingga orang yang dikritik tahu bagian mana yang menjadi titik lemah yang harus diperbaiki. Ini menjadi penting supaya saya dapat membedakan antara kritikan dan menghakimi pada intinya dua hal yang berbeda.

Demikian catatan tidak bertepi untuk memberi diri dalam karya. Selamat hari blogger nasional, 27 – 10 – 2018 semoga selalu hadir jadi solusi peradapan. Salam literasi.@

Ini bukan tentang anti kritik tetapi kritik yang memberi solusi alternatif



Terimakasih sudah membaca Tentang Komentar Blogger: Ini Bukan Anti Kritik Melainkan Kritikan yang Memberi Solusi . Silakan dibagikan kepada yang lain...!

About Kaka Vila

 

Perjalanan, Pemikiran, dan Refleksi Anak Kampung. -Kaka Vila-  

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

11 komentar

Senang kalo punya teman yang selalu mengingatkan kita kaka vila

Setiap orang yg melakukan blogwalking tentunya punya motivasi yg beragam, ada yg ingin menambah teman dan ada juga yg punya maksud yg lain. Dan kadangkala suatu komen yg ditinggalkan tak menyenangkan. Dan menanggapinya dlm bentuk artikel seperti ini sangat intelektual. Salam pak Guru Martin. Tetap semangat.

mau ikut berkomentar sedikit terkait poin "tata bahasanya tidak baik".
saya melihatnya dari kacamata lain. mungkin yang dimaksud adalah dari segi estetika bahasa, karna kadang ada orang yang tulisannya seperti "tidak bunyi" a.k.a kurang enak dibaca dan maknanya jadi kurang jelas. lalu yang benar seperti apa? hmm sepertinya memang tidak ada parameter baku tentang kalimat apa yang "enak dibaca" dan "estetis". selera, iya. sangat subyektif, iya juga. mungkin memang tidak terlalu solutif, tapi kadang bisa bikin kita melihat dari sudut pandang yang lain.
secara keseluruhan, saya juga setuju kalau kritik yang baik adalah yang membangun bukan yang menjatuhkan. Tetap berkarya Kaka Vila!

Hal-hal yang berkaitan dengan komentar, baik itu kritik ataupun saran. Saya sendiri sudah membahasnya lengkap di blog saya,

Namun masih saja ada sebagian WB (warga blogwalking) yang tidak mengindahkan, tujuan utama mereka adalah pamrih untuk di kunjungi balik. Mereka sudah lupa apa tujuan dan makna blogwalking. Tidak perlu panjang lebar, tanpa membaca konten, mereka langsung ambil jurus cepat, buru-buru pindah ke blog lain,

Sehingga tidak ada respons yang baik karena dia tidak membaca konten.

Tankyu...

mungkin diriku yang masuk dalam tersirat itu mz hihi, mohon maaf kalau memang benar, kalau di baca dari awal sampai akhir ini mirip dengan penjabaran dari etika berkomentar di blog yang sempet di tulis dulu, bedanya kalau mz martin yang nulis jadi terorganisir, dan tersusun tata bahasanya, gak kaya saya yang asal nulis aja apa yang kepikiran :)

Saya sangat berterimakasih pada Pak Martin, justru, karena koreksiannya, tulisan menjadi lebih baik lagi. Misalnya antara tulisan jaman dan zaman. Sampai sekarang setiap menulis jaman, saya selalu ingat Pak Martin, lantas mengubahnya menjadi zaman. Itu kritikan yang membangun, yang mana kita harus berterimakasih pada si pengkritik karena kritik tanda peduli pada kita dan/atau tulisan kita. Ya kan? Hahahaha. Saya juga menulis soal Pak Martin dan Profil Blogger di blog yang lain, yang masih dalam tahap dihidupkan kembali di http://tuteh.blogspot.com hahaha itu blog pertama saya malahan.

Terimakasih terimakasih :)

Ada poin yang membuat saya merasa disentil heheheee. Yaitu ninggalin komentar "nice post, thank you" saat mengikuti thread blogwalking yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu sedangkan saya sedang terburu-buru😅

Saya setuju, kalau memang ingin mengkritik, sebaiknya dijelaskan bagian apa yang dikriktik sekaligus kalau bisa, beri solusi.

Terimakasih tulisannya pak... Jadi pelajaran baru buat saya nih. 👍

Hemmm merasa sdikit terabaikan dari kelas blogging ini dimana saya tidak terlalu mengikuti dengan baik informasi atau masukan dari teman-teman yang sangat luar biasah dalam hal blog dikarenakan keterbatasan finance alias Hg (harap gampang) ada jaringan wifi yang masuk sampe rumah sy😆 tapi sy juga tdk mau ketinggalan informasi klw ada hal" yg tdk sy tahu dalam hal blog sy bisa berkonsultasi sama mentor terbaik sy @Tutehparmantara melalui jalur pribadi.beliau juga sangat responsif ketika ada pesan masuk wa dri sy....
Thank you banyak" buat mentor semuanya .... 😘😘😘

Halo, Kaka Guru. Terima kasih sudah melibatkan nama saya di tulisan ini. Ah saya setuju perihal komen-berkomentar ini. Saya sendiri selalu berusaha membaca seksama apa yang seorang blogger tulis sehingga saya bisa berkomentar yang nyambung. Kadang saya sedih juga kalau ada yang berkomentar hanya titip absen (komentar yang ngga nyambung dan terkesan ah sudahlah, pasti bacanya nggak semuanya, hehe). Tapi apa mau dikata, seperti mas aris bilang, setiap orang punya motif sendiri-sendiri. Atau bisa jadi memang tulisan kita bukan bidang dia.
Salam, Ka Guru.

Saya gak bermasalaha dengan kesalahan tulis, typo, EYD, gaya bahasa dll selama saya paham maksud dari sebuah artikel. Saya merasa percuma dan buang-buang waktu kalau membaca tulisan yg baik dan benar secara EYD, rapih tidak ada typo tapisaya gak paham maksudnya :D

Teruslah menulis, saya percaya manfaat menulis lebih besar untuk diri sendiri, jika bermanfaat untuk orang lain mungkin itu bonus :D

Saya malah senang kalau ada yang komentar kritik apalagi menjelaskan kesalahannya mana...tapi kalau komentarnya nggak jels spt gaya bahasanya kurang bagus ya repot stp blogger kan punya gaya penyampaian sendiri sendiri
[

Tidak diperkenankan untuk menaruh link aktif atau promosi-promosi dagang. Sayapun akan menghapus komentar-komentar yang tidak 'nyambung' dengan postingan yang ditulis. No Spam, Please...!