Untuk Ayah Tercinta Aku Menulis

Ayah dengarlah…

Tahukah engakau bahwa aku ingin di masa tuamu engkau bebas,
Aku ingin engkau beralih dari satu kota ke kota yang lain sesukamu ayah,
Saya bisa mewujudkan itu.
Untuk Ayah Tercinta Aku Menulis
Ayahanda Tercinta Robertus B. Karakabu
Ayah dengarlah…
Aku ingin engkau tahu bahwa cintaku hanya untukmu saja.


Tapi tahukan dirimu ayah, saya lelah membujukmu.
Caramu ayah, kadang membuat saya harus berkata, ‘ah sudahlah kalau memang itu maunya’


Melihat tulang yang membalut kulit, jujur saya ingin menangis.
Mendengar engkau yang masih merintis ladang untuk menanam padi,
Jujur aku marah, tapi bisa apa; jika itu sudah jadi keputusan ayah tercinta.


Hanya doa yang tak pernah henti semoga engkau panjang umur dan sehat selalu ayah.


Cinta dan banggaku padamu ayah tercinta.
Semoga Tuhan melindungmu ayah. 




Jakarta, 31 Desember 2017, waktu malam tahun baru.  

Terimakasih sudah membaca Untuk Ayah Tercinta Aku Menulis. Silakan dibagikan kepada yang lain...!

About Kaka Vila

 

Perjalanan, Pemikiran, dan Refleksi Anak Kampung. -Kaka Vila-  

Previous
« Prev Post
    Blogger Comment
    Facebook Comment

15 komentar

Jadi ingat Almarhum Ayah saya Bang.... Saya sedih belum sempat membahagiakannya di Usia senjanya hingga wafatnya.

Saya tahu sedihnya seperti apa jika tidak sempat membalas jasa, tapi doa kita adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini, tetap semangat mas, salam sukses

Ayah, sumpah saya sayang banget sama ayah saya. Dari kecil emang paling deket sama ayah bahkan sampai segede ini kalau deket sama ayah bawaannya pengen dimanja terus. Sehat terus nggeh ayah....

Jadi teringat almarhum ayah yang telah banyak meninggalkan kenangan indah dalam kehidupan saya.

Amin, semoga beliau selalu sehat ya mbak. Doaku semoga mbak Astria dapat membahagiakan beliau melalui karya nyata, salam sukses selalu buat mbak Tri..

Terima kasih atas kunungannya mbak. salam

Buah jatuh tidak jauh dari pohon, pasti beliau orang yang ramah dan sangat bersahaja seperti mas Aris...

Sukses terus mas... mari berkarya...

Ups terima kasih ya mas atas kunjunganya.. salam hangat

Ine ma'E ke,E, tetap semangat selalu Ine

Jadi ingat almarhum Bapak.

Ayah/Bapak/Baba atau apapun sebutannya, sosok cint pertama anak perempuannya. Kadang menjadi figur yang sulit tergantikan dan menjadi kiblat ketika hendak mencari pasangan.

Terimakasih Pak Martin untuk pos ini. I miss my pop (Bapak) so much.

Mohon maaf sebelumnya Kakaku, membacanya serasa ingin menyanyi lagu Ayah "dengarlah.. Aku bernyanyi, aku menangis seorang diri.. "ya itulah intinya, lupa lupa ingat dengan lirik kaka.

Btw, kita tidak akan bisa menebak dengan pasti seberapa besar kasih bapak pada kita, hanya bisa menduga-duga. Tapi.begitulah bapak, laki-laki yang menyatakan cintanya namun tak banyak bicara. Love bapak. Hehehe

Jadi pengen dengarin lagu ayah dari seventeen jadinya, lirik menyentuh bangat

Sedih sekali membaca komentar ini, sekaligus haru, tentang laki-laki yang menyatakan cintanya namun tidak banyak bicara. Kagum... Itulah sosok ayah. Cintanya kadang sulit untuk kita pahami... salam

terima kasih atas kunjunganya Ade, sukses selalu untuk dirimu

Hahahha mas Hasibuan dan secara khusus tulisannya tentang hati, cocok jika bicara hal ini hehhee. Bukan yang tentang travelling ya mas.

terima kasih banyak atas kunjungannya mas. salam

Tidak diperkenankan untuk menaruh link aktif atau promosi-promosi dagang. Sayapun akan menghapus komentar-komentar yang tidak 'nyambung' dengan postingan yang ditulis. No Spam, Please...!