Bahagianya Jadi Guru Disaat Seperti Ini, Simak!

Bahagianya Jadi Guru Disaat Seperti Ini, Simak!
Inilah cara kami belajar dan itulah gaya saya mengajar / dok pribadi 

Tulisan tentang guru dan dunia pendidikan, tempatnya ada pada karakabuguru.com; adalah suatu komitmen pribadi untuk menjadikan blog tersebut dengan tulisan-tulisan yang berfaedah dan didukung dengan data yang bisa dipertanggung jawabkan. Namun untuk merealisasikan hal itu, mama yo, butuh waktu, setidaknya riset kecil-kecilan. Jadi nanti dululah blog tersebut ‘disentuh’. Sekarang saya ingin cerita tentang guru di sini.

Mengapa di sini, karena di kaka vila konsep tulisannya adalah mengalir saja, suka-suka saya hehehe.

Hari ini saya ingin bercerita tentang guru, ya apa yang saya rasakan selama menjadi guru.

‘Enaknya’ berprofesi sebagai guru ialah saat libur. Orang-orang pada sibuk kerja kita (baca: guru) santai betul ya karena libur to.

Asik kan?

Bagian yang paling membuat pening ialah saat ulangan semeseter atau mid, apalagi ujian nasional. Guru, setidaknya saya pribadi ya, pusingnya luar biasa.
Buat soal, kisi-kisi, dan seabrek perangkat mengajar yang dibutuhkan saat itu.
Ya kalau mau kopi paste si gampang, tinggal ambil dokumen tahun kemarin, utak-atik sedikit dan kelar urusannya. Tetapi cara seperti itu apakah membuat guru menjadi kreatif dan mampu mencerdaskan anak bangsa?, tanyaku pada nurani.

Apalagi ngurusin kelas tiga, pendalaman materilah, siapkan bocah biar mantap saat UN. Cukup melelahkan memang, tetapi bahagia itu akan hadir saat mereka dengan tingkah tengilnya menyanyikan lagu hymne guru, sesaat kemudian dengan gaya yang sedikit buat kesal, sambil cengiisan mereka datang dan menyalamimu sambil berkata, “beh (panggilan anak-anak untuk saya), terima kasih sudah sabar bangat ngajarin gue, sorry be, kalo buat babeh kesal”. Alama kesal ilang, yang ada hanya haru biru.

Cape mengajar jadi bahagia, apalagi saat engkau di jalan, teriakan darimana-mana datang, “woi, babeh masih ingat gue ga si?”.
Ya ella, lue kira gue tua bangat, sampai lupa tingkah tengil lue di sekolah... lantas tertawa dan segala ceritapun berpadu menjadi satu.
Itulah bahagia dan tantangan seorang guru.

Sobat apakah engkau bahagia dengan profesimu, ceritakan padaku...barangkali bisa menjadi refleksi untuk mengatur barisan di hari pagi.

Selesai!

Tulisan ini hadir saat lagi pening buat soal ulangan, daripada pening mikirin bobot soal dengan segala tingkat kesukarannya mendingan update blog tercinta ini huhayes...@

15 Responses to "Bahagianya Jadi Guru Disaat Seperti Ini, Simak!"

  1. Setelah UN dan bocah-bocah diterima di Perguruan Tinggi, terbayar deh lelahnya guru, terutama guru kelas tiga...bisa dirasakan kebahagiaan mereka.

    Thank you for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali sobatku, apalagi setelah terima rapor semester macam begini, guru paleng bahagia kwkwk, LIBUR dan saya mendadak jadi 'full time blogger" lagi hehehhe

      Hapus
  2. Guru itu memang luar biasa ya Pak Martin, tidak akan terhapus dari ingatan sampai kapanpun karena berinteraksi intens selama bertahun-tahun mana mungkin bisa lupa? Hahahah. Mamatua saja yang guru SD dulu sering banget ketemu muridnya yang dulu sering dicubit kalau nakal hahahah tapi terus kalau ketemu si murid bareng saya, yang dicubit pipinya ya saya huhuhu :p

    Saya punya pengalaman meskipun bukan guru akademik. Saya pernah diminta mengajar tentang entrepreneur di kelas mahasiswa FKIP saya lupa prodinya. Sampai sekarang kalau ketemu saya mereka pasti menyapa "IBU!!!!!!" dengan riang gembira dan sialnya saya lupa karena waktu itu ngajar cuma dua hari hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sialnya kwwkwk, ole ine mantul euu jadi guru, ups dosen kwkwk, #canda, ine dirimu adalah guru dan inspirasi sejati, maksud saya semangatnya itu. dan kita semua adalah guru (teringat pada artikel ine yang berjudul .....) dulu saya sempat baca... itu paleng mantap

      Hapus
  3. Pak Martin, apa kabar? Sibuk tentunya hehehe. Salam untuk Pak Martin sekeluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia ine pala nyaris di kaki karena kelas tamatan tapi ne bocah tra pernah... ups kata mama guru harus sabar, jadi stop...

      Hapus
  4. gak bakalan habis kalau nyebutin susahnya jadi guru mz.. apalagi yang masih honorer, mulai dari gaji 200k sebulan di gajinya juga 3 bahkan 6 bulan sekali, harus ngadepin berbagai prilaku bocah, belum orang tuanya, belum lagi problem hiduk beliau sendiri, wah pokoknya luar biasa.

    Kalau guru saya bilang, Kebanggaan seorang guru itu saat anak didiknya berkata, "Trimaksih ya pak / Bu, Atas Ilmunya Sehingga saya bisa bekerja di sini di situ" sampai mata beliau berkaca-kaca.

    10 Jempol Buat Beliau Para Guru Kita. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adu mbak Risna jadi terharu, khususnya di bagian ini..."terima kasih pak" adooo mbak #jadi melo kwkw...

      terima kasih saudariku yang luar biasa, apresiasi ini adalah semangat kami...

      Hapus
    2. Semangat MZ, meski semua orang bisa mengajar tapi tak semua bisa jadi guru ๐Ÿ˜Š

      Hapus
    3. Eits mbak Risna ne kalau komen selalu menyejukan sekali, senang mengenalmu saudariku yang luar biasa, salam sukses

      Hapus
  5. Saya suka gaya bahasa Bang Martin. Santai mengalir apa adanya. Enak dibaca. Mantap bang Martin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bang Day makasih sudah hadir, mohon maaf belum melihat-lihat lagi perkembangan Geologi di blognya mas...

      Soal tulisan ini yang menarik mas, mungkin saya harus menulis tentang topik ini karena ada teman guru Bahasa Indonesia protes setelah membaca tulisan saya kwkwk, dia kira nulis di blog seperti orang nulis skripsi apa? kwkwk.. makasih sudah hadir bang, salam

      Hapus
  6. Guru pahlawan bangsa,,,,nasib bangsa dan generasi muda ads ditanganmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih sudah sempatkan diri untuk mampir mas Eko, salam sukses

      Hapus
  7. Pernah menjadi guru di bimbingan belajar selama beberapa tahun... bagian paling luar biasa menyenangkan buat saya adalah ketika murid saya berkata "Ohh gitu ya kak (maklum waktu jadi guru saya masih mahasiswa yang nyambi jadi guru)... Rasanya senaangg banget membuat orang mengerti.

    Sekarang saya kadang bertemu dengan mantan murid murid itu dan banyak yang sudah jadi "orang" dan ada rasa bahagia dan bahagia melihatnya. Meski ada rasa sedihnya terkadang melihat mantan murid yg gagal dalam kehidupan, ada terselip rasa sedikit bersalah tidak bisa memberikan lebih.

    Waduh.. malah jadi nostalgia nih Kang.. maaf ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus

Anda Sopan Saya pun Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel