Rabu, 26 Desember 2018

Mas Item Pedagang Gorengan yang Menginspirasi: Berdagang Bukan Urusan Untung Rugi

Posted by Kaka Vila on Rabu, 26 Desember 2018

Mas Item Pedagang Gorengan yang Menginspirasi: Berdagang Bukan Urusan Untung Rugi
Mas Item pedagang gorengan di glodok Jakarta Barat (dok pribadi)
Sebut saja mas item, dan memang seperti itulah beliau disapa oleh tukang ojek dan pedagang yang lain di depan pasar glodok Jakarta Barat.

Supel, ramah, dan sikap humorisnya jadi ciri khas dari pria Tegal ini.

Siapapun kalian pasti akan disapanya dengan ramah.

Beliau selalu menyapa siapapun sesuai dengan ciri fisiknya masing-masing.

 “Hey bung apa kabar”; jika bertemu dengan perantau seberang macam saya.

“Dari Ambon kah?” tanyanya lebih lanjut untuk memastikan kebenaran instingnya.

Selanjutnya percakapan dengan sendirinya akan ‘mengalir’.

Mengenal beliau sekitar 2017 lalu, ada  banyak kisah dari pengalaman perjumpaan dengan mas item.

1.   Pengalamannya saat menyaksikan peristiwa pembantaian 1984 di Jakarta,
2.   Cerita humanis tentang digusur satpol PP,
3.   Sampai dengan suka dan dukanya menjadi perantau, dibagikan pada siapun yang ‘merapat’ di tempatnya berjualan gorengan.

“Memang orang berjualan harus seperti itu mas Martin, kalau tidak ramah mana ada yang mau beli?”

Anggap saja itu respon dari pembaca.

Saya mengamininya, itu benar. Namun hal istimewa dari mas item adalah kerelaannya membagikan ilmu berdagang kepada siapapun yang datang.

Hidup di Jakarta yang serba uang, apa yang dilakukan mas item adalah inspirsi dan pembeda (menurut saya ya).

Apa yang berbeda?

Baca lebih lanjut ulasan berikut ini.

Dagang bukan Hanya Soal Untung-Rugi Tetapi Ketekunan

Mas Martin mungkin melihat gorengan ini laris, enak dan bebagai keistimewaan yang lain, tetapi tahukankah mas bahwa untuk mencapai taraf ini saya membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk belajar mengenal apa yang dijual.

“Itu sebuah proses yang sangat panjang mas Martin” katanya, Rabu, 26 Desember 2018, di Glodok Jakarta Barat.

“20 tahun yang lalu kondisinya tidak seperti ini, malah tekor iya mas”,

“Kita sudah lakukan yang terbaik pembelinya tidak mau, akhirnya dagangan tidak ada yang laku” jelasnya lebih lanjut. 

Sempat berpikir, “ah berhenti dha, tidak ada hasilnya sama sekali”. Namun niat itu saya urungkan karena dukungan dari istri dan keluarga besar yang lain.
Kesuksesan seorang suami karena di belakangnya ada istri yang hebat.

Terus Berproses dan Jangan Menyerah

Menikmati proses dengan ketekunan sebagai dasarnya, hasilnya mas Martin bisa lihat, ujarnya sambil menunjukan gorengan yang dibuatnya.
Jadi apapun yang mas Martin lakukan, entah itu berjualan, jadi blogger, atau profesi apapun, nikamti dulu prosesnya.
Salah ulangi lagi, jatuh bangun lagi maka percaya usaha tidak akan pernah menghianati hasil.  

Demikian perbincangan saya dengan mas item, pedagang gorengan di pasar Glodok Jakarta.

Inspirasinya adalah terus berproses. Salah ulangi lagi (bukan ulangi kesalahan yang sama).
Jatuh bangun lagi, tujuan akhir hanyalah target tetapi esensi dari hidup letaknya pada proses untuk meraihnya.@ 
Salam blogger.

Previous
« Prev Post

6 komentar:

  1. Menginspirasi, Kaka Guru. Karena apa yang kita kerjakan meskipun tak menuai hasil saat itu juga,sebenarnya kita sedang menanam. Aduh, diingatkan kembali dan dapat semangat kembali dari tulisan ini. Intinya, keep moving on gitu yah Kaks. Hehehe

    BalasHapus
  2. yups, setuju sama mas item, kebanyakan pemula kalo mau jualan atau berbisnis pertama yg dipikirin itu untung rugi, padahal ketekunan yg paling utama

    BalasHapus
  3. Jarang ada org kayak gini. biasanya org jualan karenaa nyaari untung. ini serius loh, tapi mas item tdk begitu. patut menjadi contoh nih sifat baiknya.

    BalasHapus
  4. Saya juga pernah Mas, punya kenalan Pedagang yang Super Ramah. Kalau kita lewat 99 % ia pasti menegur saya.

    Dari pedagang itu saya belajar betapa sebuah keramahan dan pelayanan adalah cara untuk meningkatkan sebuah penghasilan.

    DAN buktinya si Pedagang kenalan saya tsb, selalu ramai pembeli. Begitupun kita ngeblog , kita juga harus ramah, asalkan keramahan bukan utk diniatkan mencapai sesuatu yang buruk.

    BalasHapus
  5. Kita belajar dari alam, dari lingkungan, termasuk dari Mas Item ya Pak Martin hehehe. Salah, ulangi lagi - bukan mengulangi kesalahan yang sama tapi mungkin tata caranya yang agak keliru sehingga menjadi salah. Itu maknanya dalam, karena belum tentu orang lain juga mau melakukannya ... karena banyak yang beranggapan salah adalah gagal dan tinggalkan. Menariknya adalah istilah ini pernah saya temui tahun-tahun lampau saat pertama kali mengenal blog dan tahu tentang membikin template blog sederhana. Istilah yang dipakai waktu itu adalah TRY and ERROR, try again until success hehehe. Luar biasa.

    BalasHapus
  6. @Ade Ajeng: Ade ada satu film melo yang judulnya seperti ini, "Cintailah Aku Karena ALLAH", semantara dalam iman Kristiani seperti ini, "Lakukan untuk Tuhan bukan untuk Manusia" dua hal itu, itulah proses yang kita tabur di dunia ini. Termasuk dalam blogging tentunya kwkwk, yang saya pahami ya seperti itu, apa yang ditabur itulah yang dituai kwkwk...

    @Sobat Intan S: Sepakat mas, sebenarnya bukan hanya dalam jualan saja tetapi dalam aktifitas blogging juga idealnya seerti itu (Menurut saya ya) heheheh.. terima kasih banyak sudah hadir kang...

    @Mas Beny: setuju mas, kita belajar tidak harus di bangku sekolah tetapi darimana pun kita dapat belajar.. maturnuhun dan salam hangat mas Beny...

    @Kang Nata: Komentar-komentar dari Kang Nata ini selalu membuat adem dan tenteram jiwa dan raga, Benar soal ramah sepertinya saya harus banyak belajar dari beberapa teman blogger dan dari orang sekitar, terima kasih banyak Kang sudah hadir, salam damai...

    @Ine Tuteh:Ine guru saya waktu SD bilang, memangnya Thomas Alfa Edision tidak pernah melakukan eror, lampu sekarang kita nikmati karena proses eror terlebih dahulu, salah adalah proses untuk bangun lagi dan terus berjalan. Demikian juga dalam dunia blog, saat artikel saya dikopi paste semua lantas harus berhenti ngeblog, saya pikir tidak. Ini semua juga karena ine tuteh dan pak Bisot serta semangat dari teman-teman blogger yang lain. salam damai...

    BalasHapus