Sabtu, 15 Desember 2018

Persipura Harus Belajar dari Tahun 2018 Supaya Juara Ditahun 2019

Posted by Kaka Vila on Sabtu, 15 Desember 2018

Persipura Harus Belajar dari Tahun 2018 Supaya Juara Ditahun 2019
Sumber foto Halaman Face Book Persipura
Kaka Vila*Persipura harus belajar dari tahun 2018.

Menjadi ‘terdepan’ ditahun 2019 bukan perkara sulit bagi jendral bintang 5 itu, asalkan belajar dari kekurangan di tahun 2018.

Pace, mace, kaka dong semua, ini hanya sa’pu opini saja. Kalau salah tolong maafkan saya.

Begini kaka, menurut saya untuk menjadi yang terbaik di tahun 2019 ITU BUKAN PERKARA SULIT bagi kaka Boci dan teman-teman.

Kenapa?

Alasan pertama

Anak-anak Papua bermain dengan hati untuk tanah kelahirannya. Sepak bola lah yang membuat kita bangga dan diakui oleh negeri ini. Kaka Boci dong tahu itu.

Bahkan pace Rahmad Darman, mantan pelatih Persipura juga bilang kalau “anak-anak Papua itu nasionalismenya sangat kuat jika membela Persipura.

Alasan kedua

Papua dan Persipura itu Brasilnya Indonesia, maksud saya banyak sekali talenta hebat dari bumi cenderawasih.

Contoh:

Tua Edu pensiun kaka Boci muncul, kaka Boci belum gantung sepatu su muncul lagi generasinya Pahabol dan teman-teman.

Lukas Pahabol, Osvaldo Hae dan 7 pemain Persipura lainnya ke Persibaya, penggantinya ada; generasi Toldo Fere, Gunansar Mandowen, Ronaldo Wanma, dan lain-lain.
Itu artinya Papua tidak akan kehilangan bakat alamnya yang luar biasa.
Terus kenapa tidak menang?

Bahkan nyaris terdegrasi ke liga I pada tahun ini.

Menurut saya masalahnya hanya satu, manejemen lambat cari sponsor di tahun 2018.

Pace mace dong bisa lihat sendiri, tim-tim lain seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, dan bahkan saudara mudanya Perseru Serui sudah siap latihan, Persipura masih sibuk cari sponsor.

Dampak dari itu, 9 pemain Persipura kabur ke Persibaya, Yo Joe Hun pergi ke Mitra Kukar.
**
Terus ada komen seperti ini, “belum ada pemain yang loyalitasnya seperti kaka boci dan tua Edu”

Itu benar karena kaka Boci dan tua Edu, sudah menjadi maskot dan legenda hidup Persipura.

Kalau Osvaldo Hae, Lukas Pahabol, dan beberapa orang pemain Persipura yang hijrah ke Persibaya, bukan karena mereka tidak cinta tanah Papua. 

Tetapi karena pemain dong juga butuh makan.

Memang Papua memanggil mereka untuk mengabdi bagi tanah kelahirannya, tetapi bagaimana bisa mencintai tanah kelahirannya kalau perut mereka lapar?. 

Kurang lebih seperti itu kaka dong semua.
***
Tetapi pace, mace dong semua tenang saja, tahun ini sio paleng mantap.
Liga baru berakhir menejemen sudah urus tu sponsor dan lain-lain. Mantap kan?

Artinya menejemen mau berbenah diri dan belajar dari kesalahannya di tahun 2018. Kalau sudah seperti ini trada yang bisa tada.
Pele putus, melintang patah, 2019 Persipura juara.
Pace, mace, dan kaka-kaka semua, yakin tete manis sayang torang. Persipura Mantul (mantap betul) tahun 2019 pasti juara. *Martin Karakabu

Catatan:

1. Kaka Boci julukan atau sebutan saya untuk Boas Salosa kapten Persipura Jayapura.
2.Tua Edu, sebutan saya untuk mantan Kapten dan legenda hidup Persipura Jayapura

Previous
« Prev Post

10 komentar:

  1. Saya suka melihat gaya permainan pesebakbola dari tanah Papua yg menurut saya seperti afrika dengan mengandalkan skil individu yg bagus didukung fisik yg sangat prima seperti tak kenal lelah lari kesana kemari,..... Apa krn didukung oleh kondisi alamnya ya pak Guru Martin, jadi pemain dari Papua fisiknya kuat2 sekali?

    BalasHapus
  2. Kalau menurut saya alam yang membuat saudara-saudari kita di tanah Papua seperti itu, selain itu karena kasih karuni Tuhan yang membekali "Brasilnya Indonesia" itu dengan talenta-talenta yang menurut saya sangat luar biasa. Tetapi sayangnya sarana dan prasarana sepertinya belum terlalu mendukung, Mungkin persipura lebih baik soal sarana dan prasarana daripada tim-tim seperti persidafon-perseru, atau pun persiwa. Benar mas Aris menurut saya alam dan talenta yang membuat seperti itu. Selain itu, minat teman-teman Papua terhadap bola sunggu luar biasa. Terima kasih sudah hadir mas Aris...

    BalasHapus
  3. Ternyata banyak juga tim sepakbola di bumi Papua, tapi sayang baru Persipura yg lengkap fasilitasnya...
    Kalo Perseman Manokwari gmn kabarnya sekarang, dulu tim tangguh loh pak Guru?
    Kalo pejabat daerah di Papua suka bola nggak pak Guru Martin?

    BalasHapus
  4. Mas Aris saya kurang tahu banyak perseman karena dia di Manokwari mas, saya di Jayapura (kandang Persipura), setahu saya Perseman saat ini di liga 2 mas. Kalau pejabat saya kurang begitu paham mas, tetapi kalau remaja dan mahasiswa ampun tidur juga dengan bola, maksudnya antusias sekali mas, hehehe. Terima kasih sudah hadir mas Aris, salam

    BalasHapus
  5. Persipura tim favorit saya selalu. Apalagi jaman dulu yang jarang pakai pemain asing.

    BalasHapus
  6. Sama bang kita Mutiara Hitam, go go go ale ale ale kwkkwkw. Terima kasih sudah hadir bang, salam

    BalasHapus
  7. Wow hebat sekali sampai tidur memeluk bola hehehe....keren kalau anak2 remaja, pelajar dan mahasiswa di Papua penghobi bola, ...generasi penerus buat kejayaan Indonesia

    BalasHapus
  8. Punya bakat alam yang luar biasa. Asah dan asah terus. Semoga tahun depan bisa lebih gemilang.

    BalasHapus
  9. Amin mas Bumi, terima kasih sudah hadir salam hormat kang mas

    BalasHapus
  10. Benar mas Aris mereka sambanya Indonesia, ups salah ya kwkwkkw. terima kasih sudah hadir mas Aris, salam Damai

    BalasHapus