Taman Suropati, Solusi Liburan Tahun Baru Bagi Warga Jakarta

Taman Suropati, Solusi Liburan Tahun Baru Bagi Warga Jakarta
Taman Suropati Menteng Jakarta/dok pribadi
Tahun baru ubah baru, bagi warga Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya menurut saya inilah momen untuk mengubahnya.

Apa yang diubah?

Perayaan tahun baru dengan gegap gempita kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

Mengapa harus diubah?

Saudara-saudari kita di Banten sedang terkena musibah tsunami.
1.   Ribuan nyawa melayang,
2.   Ratusan warga kehilangan tempat tinggal, dan
3.   Balita pilu meratapi nasib karena kehilangan orang tua.

Apakah kita bisa bersenang-senang dengan kondisi seperti itu?

Jakarta, Bekasi, dan Tangerang merupakan ‘tetangga dekat’ dari wilayah yang terkena musibah.

Sebagai tetangga yang baik berbela rasa seharusnya kita tunjukan (menurut saya). Namun kita masih bisa merayakan tahun baru dengan cara yang agak berbeda.

Ada banyak solusi merayakan tahun baru.

Salah satu solusi alternatif bagi warga Jakarta ialah bersama keluarga menghabiskan malam tahun baru di taman Suropati, Menteng Jakarta Pusat.

Taman Suropati berada di Jn. Taman Suropati, RT 05/RW 05 Menteng DKI Jakarta.

Taman indah yang jauh dari kebisiang kota karena berada di perumahan elit para birokrat tanah air.

Soal keamanan sudah pasti jauh berbeda dengan taman kota, balai kota, atau kota tua karena tempat ini aturannya cukup ketat.

Bagai para pedagang asongan atau barisan sopir angkot yang berhenti tanpa arah, tidak ditemukan karena pihak keamanan siaga untuk menjaga hal-hal yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Anda hanya mengeluarkan lima ribu rupiah uang parkir maka selebihnya anda dan keluarga bebas menikmati udara segar di tengah kota Jakarta yang penuh polusi ini.

Untuk ukuran kota Jakarta dengan tingkat kemacetan parah dan kebisingan tingkat tinggi, maka taman suropati menjadi alternatif karena menawarkan sisi lain dari Jakarta.

Bersama keluarga di malam tahun baru adalah momen terbaik menurut saya.

Membiarkan si kecil berlarian di sekitar area taman, ayah dan ibu sekedar beraso menunggu pergantian tahun adalah situasi beda yang bisa sobat dapatkan.

Jangan khawatir sesekali sobat akan didatangi beberapa penjual.

Bukan menawarkan dagangan (karena tidak boleh berdagang di dalam) tetapi mereka bertanya, apakah anda butuh sesuatu?.

Tentunya beli, tetapi ini cara menjual yang berbeda.

Teratur itu sudah pasti.

Di sisi yang lain sobat dan keluarga, (biasanya) disajikan musik klasik oleh musisi jalanan yang suaranya lebih baik dari seorang Ahmad Dani.

Tak jarang pasangan muda-mudi yang lagi kasmaran pun ada di tempat ini, ibarat bonus bagi penatnya mata melihat macetnya ibu kota.

Atau kamu yang ingin menjadikan selembar foto dapat menceritakan banyak kisah, taman Suropati bisa menjadi alternatif karena fotografer (entah professional atau amatir) juga ada di tempat ini.

Jadi untuk warga Jakarta yang yang mungkin mencari alternatif untuk menghabiskan waktu pergantian tahun, silahkan coba taman Suropati, taman Indah di kota Jakarta.

Hanya lima ribu rupiah sobat sudah bisa menikmati sisi lain dari Jakarta yang padat merayap seperti anaconda di tengah hutan amazon.

Jakarta, 30 Desember 2018

Martin Karakabu

Tulisan ini adalah catatan perjalanan saya dan istri, sewaktu bermalam Minggu ria di taman Suropati, Menteng Jakarta Pusat. Ingin mengulas seperti ala-ala blogger travelling tetapi saya tidak bisa, rupanya harus banyak berguru dengan mas Himawan pemilik trip of mine.

12 Responses to "Taman Suropati, Solusi Liburan Tahun Baru Bagi Warga Jakarta"

  1. Tiap malam taun baru, aku gak pernah ke mana2..
    haha... paling ke rumah eyang yang jaraknya hanya 10 menit jalan kaki.
    Kalo nggak, leyehan di rumah nonton tipi..
    ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taman suropati ....bagus juga ya...buat mengisi tahun baru. taman yang asri hijau, adem banget kayaknya tuh...

      Hapus
  2. Saya belum pernah ke Taman suropati walau sering lewat.
    Bicara soal acara tahun baru, hal atau acara itu sudah menjadi sebuah industri atau bisnis, sepertinya akan tetap ada acara meriah.
    Pedagangnya tergolong ramah juga ya?

    BalasHapus
  3. Tahun 95-98 saya beberapa kali ke situ Kaka Guru. Dah lamaaaa banget.

    Lumayah ut sedikit menghirup udara segar di bawah peppohonan yang ada

    BalasHapus
  4. Maaf Mas, kalau komentnya tidak relevan dng isi artikel, nanti silakan dihapus saja.

    Saya ingin sedikit membantuk keluhan Mas yg mengatakan blog Mas di Copas semuanya. Blog Mas Kena Auto Blog, kenapa kena dugaan saya mereka mengincar blog Ori.

    Coba baca artikel di URL ini : http://juragancipir.com/cara-mencegahmengatasi-pencurian-artikel-oleh-autoblog/

    dulu saya belajar dari sini, utk antisipasi masalah Auto blog.

    BalasHapus
  5. Saya belum pernah ke Jakarta Mas, maklum Wong deso, hahahha... paling2 saya baca2 di Internet tentang Objek wisata di Jakarta.

    BalasHapus
  6. Waah taman Suropati ini dulu aku sering banget melewatinya ...., di jalan Diponegoro kan, mas ?.
    Tembusannya ke HI dan tembusan berlawananan arahnya ke rs Cipto Mangunkusumo.
    Sayangnya belum pernah sekalipun aku mampir ngadem di taman yang selalu kelihatan rapi ini hehehe ...

    Baca di bagian bawah aku kaget bacanya ... hahaha .., malu saya, mas.
    Akupun masih terus belajar kok, mas.

    BalasHapus
  7. Asyik sekali menikmati hari bersama keluarga ya Pak Martin, manapula tamannya tertib tidak ada pedagang yang boleh masuk sehingga kenyamanan lebih terasa. Nah saya penasaran, ketika mereka masuk bertanya kebutuhan pengunjung itu, apakah kalau kita berniat membeli mereka akan mengantarkannya ke dalam taman? Hehehe :D

    BalasHapus
  8. dekat nich dengan kost-an ane di jakarta dan sering main kesini, emang bagus sekarang

    BalasHapus
  9. 31 Desember lalu saya mainnya ke Hutan Kota di komplek KLHK di Gatot Subroto, nyaman banget di sini, sepoy dan silir angin, hanya saja harus berkawan dengan nyamuk hutan kota. Kalau pakai celana panjang, kaus kaki dan kupluk rasanya lebih dari cukup lah menghalau nyamuk hutan kota.

    Pilihan lain menghabiskan waktu penghujung tahun, ya meski masih siang. Kalau malamnya ya balik ke rumah, nonton film dan tidur deh. Tahun baru ya biasa2 saja sih, gitu2 saja paling suasananya.

    BalasHapus

Anda Sopan Saya Segan, Silahkan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

adnow

loading...