Entri yang Diunggulkan

Mertuaku The Best

Da Ine, Pak Guru kemana?

Abaikan sejenak aturan baku dalam Bahasa Indonesia. Anggap saja yang ditulis ‘sudah benar’ karena saat ini saya tidak sedang menulis skripsi.

Da Ine. Maksudnya apa?

Da bentuk pendek dari Day, lengkapnya Bang Day; seorang teman blogger. Sedangkan ine adalah sapaan khas saya kepada sahabat blogger Tuteh Pharmantara.

Saya menyebutnya Ine. Ine dalam bahasa Ende, Flores NTT kira-kira maknanya adalah saudari perempuan.

“Ya saya menyebut blogger yang sangat semangat dalam pelayanan ini dengan sapaan demikian”.

Jadi “Da Ine” bukan berarti saya ingin pergi kemudian melambaikan tangan kepada Ine Tuteh, “da da…”

Bukan itu maknanya!.  

Melainkan gabungan dari dua nama teman blogger. Bang Day dan Ine Tuteh Pharmantara, blogger Ende yang sangat semangat dalam berbagai kegiatan social di kota Ende.

Dua sahabat blogger itu bertanya melalui komentar di blog ini, “kemana si pak guru?”.

“Sudah dua minggu tidak nongol”, kata bang Day, “diamnini” juga oleh Ine Tuteh. Sunggu perhatian yang luar biasa, teman rasa saudara. Terima kasih banyak e….

Baiklah sahabat baik dan penuh cinta, saya tidak kemana-mana. Hanya melakukan rutinitas seperti biasa, pergi ke sekolah dan pulang kembali ke rumah.  

Di rumah, ini yang saya lakukan selama dua minggu terakhir ini.
1.   Persiapan Ujian Nasional (UN).
2.   Menulis diktat pelajaran bahasa Indonesia berbasis blog.

Jadi selama dua Minggu ini itulah aktivitas

Persiapan Ujian Nasional (UN)

Kualitas murid adalah gambaran seorang guru. Menyadari hal itu maka saat – saat ini saya coba menyibukan diri dengan soal-soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia; karena bulan Maret siswa-siswi kelas XII SMA sudah ujian nasional.

Jika siswa tidak lulus maka guru gagal.

Da Ine, Pak Guru kemana?
Kaka Martin guru kampung/dok pribadi

Saya tidak mau gagal maka saya belajar dengan serius sebelum mengajar. Jadi jawabannya saya sibuk belajar sebelum mengajar. Maksudnya cari teknik dan strategi yang tepat supaya anak-anak paham maksud saya dan sukses UN pada bulan Maret 2019.

Menulis Diktat Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Blog

Kalau yang ini permintaan khusus dari mantan guru saya, pastor Jhon OFM.

Saat ini mengabdi di Asmat Papua, beliau meminta dibuatkan diktat tentang pelajaran Bahasa Indonesia berbasis blog (lengkap dengan gambar) untuk rekan guru di sana.

Ini suatu penghargaan atau tantangan, entahlah, “saya hanya mencoba lakukan yang terbaik, siapa tahu bisa bermanfaat”.

Saat membaca tulisan sederhana saya, beliau tertarik dan meminta dibuatkan lebih terperinci dalam bentuk diktat, itulah yang saya lakukan teman.

Padahal saya sendiri pun bingung sebenarnya, tetapi sudahlah ini permintaan dari guru yang membuat saya menjadi guru.

Apakah ini ujian atau kebutuhan?

Saya sendiri pun tidak tahu. Semoga bisa menjadi berkat bagi saudara-saudari di sana.

Itu yang saya lakukan selama dua minggu ini teman, kalau bang Day sama Ine Tuteh apa kegiatannya selama dua Minggu ini?.

Atau teman blogger yang lain, apa kegiatan kalian sobat?

1 Response to "Da Ine, Pak Guru kemana?"

  1. Awalnya saya kira juga dadagh ine Tuteh hahaha ternyata gabungan dua orang :D
    Btw, tidak apa-apa Pak Guru, yang penting pekerjaan utama terselesaikan lebih dahulu, ngeblog nanti-nanti masih bisa. Hehehe. Semangat selalu, terutama tentang Bahasa Indonesia berbasis blog untuk teman-teman guru di Papua sana. Melayani di semua lini dengan tulus ikhlas, salut.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel