Minggu, 06 Januari 2019

Donatus Dihe Bali Calon Bupati Flores Timur yang Sukses Karena Modal Nekat: Cerita Sukses Anak Tauboria

Posted by Kaka Vila on Minggu, 06 Januari 2019

Donatus Dihe Bali Calon Bupati Flores Timur yang Sukses Karena Modal Nekat: Cerita Sukses Anak Tauboria
Donatus Dihe Bali (baju putih)/ sumber foto: face book DDB
Perawakannya kecil tetapi nyalinya tidak sekecil tubuhnya. Dia adalah Donatus Dihe Bali alumni Mahasiswa Katolik Tauboria angkatan 2005.

Bermodal nekat ia datang dari pulau Adonara, Nusa Bunga Flores NTT.  

Hanya berbekal izajah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lowoleba ia bawah; Menerjang laut sawu ia lakoni, tanah Daeng tujuannya.

Rupanya nasib baik tidak berpihak kepada suami dari si ‘bawah putih ini’. Di Makasar ia tersingkir.

Lagi-lagi modal nekat dimulai lagi, kali ini bumi Cenderwasih tanah Papua tujuannya. Laut Arafura ia terjang modalnya hanya pakian di badan dan sepenggal ijasah SMK.

“Ama saya dari kampung itu tujuan saya mau kuliah”, katanya di beranda asrama Mahasiswa Katolik Taboria tempo dulu.

“Tetapi saya juga tidak tahu mau kuliah dimana dan siapa yang membiayai kuliah saya” jelasnya lebih lanjut.

“Pokoknya jalan saja, ikuti langkah kaki, arsitek tujuan saya” ujarnya dengan dialek Papua yang kental.

Semasa sama – sama “berjuang” di asrama Mahasiswa Katolik Tauboria, ada kagum dan bangga pada sosok ayah dua anak ini. Segala pekerjaan, apapun itu ia lakukan hanya untuk membiayai kuliahnya.

Mulai dari tukang ojek sampai penjual koran di emperan Abepura Jayapura Papua ia lakoni. Prinsipnya sederhana jangan malu.

“Selama pekerjaan itu tidak mengganggu orang lain lakukan ama, malu urusan belakangan yang penting saya bisa bayar uang SPP”, itu memori yang ia sampaikan kembali saat kami berjumpa di Jakarta tahun 2018 lalu.

Rupanya arsitek asal Adonara ini benar-benar memahami semboyan dari Pembina asrama kami, pastor Wolf. “Gigi berjuang meraih bintang”.

Kegigihannya yang tidak pernah menyerah dalam kondisi apapun telah mengantarkan alumni USTJ ini meraih gelar sarjana tahun 2008 lalu.

Benar kata dan kalimat dari pastor wolfgang Bouk, gigi berjuang meraih bintang ia pahami dengan sangat baik.

Apa yang bisa kita pelajari dari sosok Donatus Dhie Bali, sosok inspirasi dari timur Indonesia ini?
Usaha tidak akan pernah menghianati hasil akhir, ora et labora.

Tips untuk perantau:

Pahami tujuan kalian merantau

Jika tanpa tujuan maka ibarat orang berjalan dalam gelap. Tidak ada tujuan yang mau dicapai.

Jangan harapkan sukses tanpa usaha

Tidak ada sukses tanpa usaha, keringat, dan air mata. Jadi jangan mengharapkan sukses tanpa usaha, karena sukses milik mereka yang bertahan dalam kesulitan; mereka yang jatuh kemudian bangun lagi, mereka yang belajar dari kesalahannya dan melihat masa depan.

Mengubah Pola Pikir

Berpikir kesulitan sebagai tantangan yang harus dimenangkan, bukan kesulitan sebagai masalah.
***
Terima kasih ama Donatus Dihe Bali, hadirmu memberi inspirasi kepada saya, dia, mereka, dan kami yang sedang berjuang.

Jangan lupa ceritakan kepadaku tentang cita-citamu menjadi bupati Flores Timur. Apakah cerita itu sudah “tamat” ama?

Jika ‘tamat’ maka sampaikan biar judul di atas saya ganti hehehe,
Selamat Natal dan tahun baru 2019 ama. Sampaikan salam kepada keluarga di rumah. *****

Previous
« Prev Post

5 komentar:

  1. Salut sama orang2 yang berani merantau dengan modal nekat. Mereka berani keluar dari zona nyamannya

    BalasHapus
  2. Perjuangan di tanah rantau jauh lebih berat dari perjuangan di tanah sendiri, kira-kira demikian saya mengambil makna dari tulisan ini, Pak Guru.

    BalasHapus
  3. Gigih berjuang meraih bintang. Kesulitan sebagai tantangan untuk diselesaikan, untuk dimenangkan.

    BalasHapus
  4. Bapa Guru kemana saja nih... sudah 2 minggu trada terlihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih hehehe saya juga bertanya-tanya, Bang Day :D

      Hapus