Jumat, 15 Februari 2019

Grace Natalie: Pantas Duduk di DPR RI Karena ia menyuarakan Suara dari Kaum yang Tidak Bersuara

Posted by Kaka Vila on Jumat, 15 Februari 2019

Engkau kriting, dia mata sipit, saya kulit hitam, kamu Kristen, saya Islam, Kita Indonesia kawan.
Grace Natalie: Pantas Duduk di DPR RI Karena ia menyuarakan Suara dari Kaum yang Tidak Bersuara
Grace Natalie Ketua Umum PSI/Sumber foto Wikipedia

Siapa yang tidak kenal sosok Grace Natalie?.

Cerdas, muda, kritis, dan tentunya bernalar sehat. Izinkan saya memakai kata nalar sehat karena logika berpikir saya jadi 'tumpul' saat menyaksikan debat di layar TV saat ini.



Grace Natalie Louisa, lebih dikenal dengan nama Grace Natalie adalah mantan jurnalis, pembawa berita pada salah satu stasiun TV swasta. Saat ini mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.




Bagi kita yang tahu bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, asasnya pancasila maka sudah seharusnya membela sosok ini dari berita hoax. Sekaligus mendukungnya untuk duduk di DPR RI.


Mengapa demikian?

Sederhana saja jawabanya, karena Grace Natalie Louisa menyuarakan suara dari kaum yang tidak bersuara. Kaum yang hanya duduk diam saat intolerasi terjadi di negeri ini. 



Menutupi ketidakberdayaan mereka dengan dalil, "ah pembalasan milik Allah". 




Sobat yang membaca tulisan ini, perkara intolerasi bukan soal urusan balas dendam. Bukan juga masalahnya kaum minoritas, melainkan persoalan bangsa Indonesia. 


  1. Engkau kriting,
  2. Dia mata sipit,
  3. Saya kulit hitam,
  4. Kamu Kristen,
  5. Saya Islam,

Kita Indonesia.



Ini bukan kata saya, ini kata pendiri bangsa.

Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Bahasa Indonesia. 
Dasarnya adalah pancasila;

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 
  3. Persatuan Indonesia, 
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan 
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itu yang dicetuskan oleh pendiri bangsa. 

Namun dalam periode waktu tertentu kita melihat tercideranya nilai-nilai luhur pancasila. Saya tidak ingin mengulasnya lebih dalam, toh untuk apa membangkitkan luka lama. 



Saat ini dan di sini mari kita rajut kembali; Grace Natalie Louisa menawarkan kepada kita melawan intolerasi di negeri ini. Dimulai dari gedung DPR RI yang terhormat sana. Selengkapnya sobat bisa lihat melalui video ini.




Indonesia adalah kita kawan, bukan seorang Grace Natalie Louisa. 




Beliau dan orang-orang waras lainnya hanya dipakai Tuhan sebagai perpanjangan tangan untuk melihat surga kecil di ruang DPR sana, di layar TV, dan di bumi Indonesia.




Memilih orang benar dan waras untuk Indonesia yang lebih baik.




Sahabat, saya menulis ini bukan karena saya tim suksesnya Grace Natalie Louisa. Bukan juga karena nasi kuning atau recehan uang koin, tetapi karena saya percaya bahwa pancasila adalah rumah kita, rumah untuk kita semua. Salam damai!


Baca juga: 




Rujukan: Kenapa PSI? (Menuju websaid lain)

Previous
« Prev Post

9 komentar:

  1. apapun itu....
    saya lebih suka pada ketua nya PSI...

    PSI pro ke no 02 lhoo..

    BalasHapus
  2. Hehehe pak Asnaji, benar tu mas Persatuan sepak bola Indonesia memang keren kwkkwkw, terima kasih sudah berkunjung mas

    BalasHapus
  3. Wow pak Guru Martin juga pengamat politik sekarang ya, keren lah....
    Dgn keberanian Grace Natalie dlm berorasi, bisa2 menggerus suara parpol lainnya yg sudah mapan, pasti ada yg deg-degan nih hehehe

    BalasHapus
  4. Hahaha mas Aris bukan pengamat politik mas, tetapi penikmat sandiwara para politisi kwkwk, maturnuhun mas Aris, sudah mampir... salam

    BalasHapus
  5. ikut mendoakan supa neng Grace bisa duduk di DPR RI, asal setelah duduk jangan nyinyir kaya FZ FH ajah yah

    BalasHapus
  6. grace natalie makin melambung aja namanya semenjak jadi ketua PSI yahh, sepertinya menjadi anggota DPR RI akan terwujud

    BalasHapus
  7. @Mang Lembu: Setuju mang, semoga Neng Grace tetap Amanah dan terwujud menjadi anggota DPR RI. @Muda-mudahan mas Intan, benar bangat sejak menjabat jadi ketua PSI namanya terus melambung...

    BalasHapus
  8. PSI ...bukan Persatuan sepak bola Indonesia.....tetapi Partai Solidaritas Indonesia yang kini tengah di pimpinya sekaligu mencalonkan diri untuk DPR RI .....'''


    wah Mas Admin salah fokus....kenapa sih...

    BalasHapus
  9. Hikhik mas Asnaji hehehe memang sengaja diplesetkan kang, salam hormat abang yang baik, guru saya

    BalasHapus