Minggu, 17 Februari 2019

Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!

Posted by Kaka Vila on Minggu, 17 Februari 2019

Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Gambar ilustrasi/foto milik merdeka.com
Membahas politik di tahun politik, tentunya menghadirkan pro kontra. Bagi pendukung Jokowi tentunya mendukung bahkan mungkin akan membagikan kembali tulisan ini. Itu wajar.

Wajar juga jika teman-teman yang mendukung Prabowo menolak setiap pernyataan melalalui postingan ini, asal tidak membohongi diri dan mengingkari nurani bahwa Jokowi adalah yang terbaik untuk saat ini.

Baiknya di mana?
Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Foto milik tribunnews.com
Baiknya pak Jokowi beri bukti tentang pelayanan dan karya. Di sini saya tidak ingin katakan bukti fisik seperti pembangunan yang sudah beliau lakukan di pos perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Jika saya paksakan untuk menulis maka otomatis datanya copot sana-sini, jika salah mencopot maka menjadi masalah karena tahun politik banyak yang saling lapor.

Tetapi saya ingin katakan hal seperti ini, (fokusnya pada Papua). Seingat saya, (tolong dikoreksi) selama bertugas di Papua, baru ada dua presiden yang memberikan perhatian lebih kepada Papua.

Pertama adalah almahrum Kiai Abdul Rahman Wahid dan pak Jokowidodo. Kiai Abdul Rahman Wahid yang mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua (ulasannya lihat di halaman rujukan), sedangkan pak Jokowi memberikan sentuhan humanis kepada teman-teman di Papua. Saya paham mungkin apa yang dilakukan belum bisa menjawab kekecewaan tetapi setidaknya ada perhatian.

“Yang lain mana?”

Jadi jika harus memilih saat ini, maka Jokowilah pilihan terbaik untuk memimpin negeri ini. Bicara sembako mahal dan lain-lain dari dulu juga sudah mahal di Papua (saya bicara karena saya bertugas di pedalaman Fef Papua, mengalami dan merasakannya).

Lihat foto berikut
Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Saat penulis berada di Wutung, perbatasan Papua dan PNG
Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Penulis (ingat kepala merah) saat bertugas di pedalaman Fef
Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Penulis bersam mama-mama di Fef Papua Barat
Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Penulis bersama anak-anak kampung Wayo Papua
Jokowidodo adalah Pilihan Terbaik Saat Ini. Rugi Jika Tidak Memilih Jokowi!
Penulis saat bertugas di Papua
Jadi jangan jadikan barang mahal untuk menebarkan berita bohong kepada pak Jokowidodo.

Sampai di bagian ini, beberapa teman-teman yang merupakan simpatisan pak SBY pasti akan membantah saya habis-habisan. “We pace, bung, (dan sebutan lainnya), baru dana desa yang dilakukan di era SBY kau anggap apa?”.

Saat program itu ada saya bertugas di pedalaman Fef Papua Barat, Jungkir balik saya bertugas di sana, mana pembangunnnya?.

Bedanya di era Jokowi beliau terjun langsung dan mengontrol, itulah pemimpin yang melayani dan pak Jokowi adalah pilihan yang paling tepat untuk saat ini.

Ada beberapa cara tetapi cara yang paling menyentuh adalah kehadiran orang nomor satu Indonesia itu untuk tanah Papua.

Selama ini apa?

Silahkan jawab sendiri dengan sudut pandang masing-masing.

Teman-teman sekalian, jika anda memilih golput itu bukan alternatif terbaik karena hanya akan menguntukngakn pihak-pihak tertentu, pilihalah orang yang terbukti berkarya bukan baru memulai berkarya karena Indonesia bukanlah kelinci percobaan. 

Baca juga:



Rujukan: 1, 2, 3

Previous
« Prev Post

4 komentar:

  1. Papua menuju arah yang lebih baik. Semoga bisa terus lebih baik. Dan semoga pula pak Jokowi bisa diberi kesempatan lagu untuk menjadi pemimpin negeri ini.

    BalasHapus
  2. saya juga sekarang domosili sorong

    BalasHapus
  3. Sangat disayangkan jika pembangunan yang sudah berjalan dengan baik tidak diteruskan,.....walaupun saya orang jawa, saya senang jika pembangunan lebih diprioritaskan di wilayah luar jawa.

    BalasHapus
  4. Saya lebih memilih pembangunan yang sudah baik ini diteruskan, seperti komentar Mas Bumi di atas, karena sayang kalau berhenti di tengah jalan terus dialihkan sesuai rencana kerja pemimpin yang menggantikan (jika diganti).

    BalasHapus